WASHINGTON — Komite etik DPR AS merekomendasikan censure terhadap anggota Kongres Chuck Edwards dari North Carolina setelah menyimpulkan ia menciptakan lingkungan kerja yang bermusuhan dan melakukan pelecehan seksual terhadap dua staf perempuan muda. Rekomendasi ini muncul pada Senin, setelah penyelidikan bipartisan yang menyorot perilaku Edwards di kantornya.
Dalam laporan yang disetujui anggota Demokrat dan Republik di komite itu, Edwards dinilai memberi perhatian khusus, hadiah, dan perlakuan istimewa kepada dua staf yang tidak disebut namanya. Komite menyebut ada alasan kuat untuk percaya bahwa tindakan itu melanggar aturan DPR, meski mereka tidak menemukan bukti Edwards melakukan aktivitas seksual atau mengajukan ajakan seksual langsung.
Temuan komite etik dan langkah yang bisa diambil DPR
Komite menulis bahwa Edwards “fostered a hostile work environment and engaged in sexual harassment” dengan memilih dua staf muda itu untuk mendapat perlakuan berbeda. Mereka juga menyebut perilakunya membuat para staf lain tidak nyaman dan merusak hubungan kerja di kantor.
Menurut laporan itu, Edwards mengakui sebagian perilaku yang dipersoalkan bisa dianggap tidak pantas. Namun, komite menilai ia tidak mengakui, apalagi bertanggung jawab, atas dampak yang muncul.
Jika DPR menyetujui censure, Edwards harus berdiri di ruang utama sidang saat teks teguran dibacakan. Komite etik sendiri tidak punya wewenang menghukum anggota, jadi bola kini ada di DPR penuh.
Laporan itu juga menegaskan aturan DPR melarang pelecehan seksual dan pendekatan yang tidak diinginkan.
Komite bahkan menuliskan bahwa seorang anggota Kongres tidak seharusnya mengasingkan staf, memberi komentar berulang soal penampilan dan berat badan, mengirim pesan tengah malam, menulis pesan yang sangat personal dan tampak romantis, masuk ke acara pribadi tanpa undangan, membayar liburan pribadi, atau menghabiskan ribuan dolar untuk hadiah staf.
Detail perilaku yang disorot penyelidikan
Edwards masuk Kongres pada 2022 setelah mengalahkan Madison Cawthorn dalam pemilihan pendahuluan Partai Republik. Saat membangun kantor barunya, ia menyerahkan banyak urusan perekrutan kepada kepala staf, tetapi tetap meminta masuknya tiga perempuan muda ke timnya, menurut laporan komite. Dua di antaranya adalah seorang perempuan yang masih kuliah dan seorang lagi yang berusia awal 20-an.
Komite mencatat bahwa Edwards membawa salah satu staf ke acara di Gedung Putih tanpa memberi tahu staf lain, membelikannya bunga, lalu mengirim pesan bahwa ia sangat menantikan malam itu dan ingin semuanya sempurna. Setelah acara, staf itu mengatakan Edwards berusaha menekannya untuk melanjutkan malam bersama. Edwards mengatakan kepada komite bahwa ia tidak ingat hal itu.
Untuk staf lain, Edwards disebut mengajaknya makan malam privat dan meminta agar acara itu tidak dicatat oleh penjadwal kantor. Ia juga mengirim pesan pribadi pada malam hari tentang rencana kegiatan bersama atau menyampaikan sentimen pribadi. Komite menilai pola ini berulang dan membuat suasana kantor menjadi tidak nyaman.
“A member of Congress should not single out a staffer and isolate them from other staff, make frequent comments regarding that person’s appearance and weight, send messages in the middle of the night, text staff deeply personal and seemingly romantic thoughts, intrude on personal occasions without invitation, pay for personal vacations, and spend thousands of dollars on gifts for staffers,” tulis komite dalam laporannya.
Salah satu staf senior kantor Edwards mengatakan kepada penyelidik bahwa sang anggota Kongres mudah meluapkan amarah ke hampir semua orang di tim, kecuali dua perempuan itu. Edwards membantah pernah membentak stafnya. Ada pula staf lain yang mengatakan ia pernah menegur Edwards soal standar yang tidak adil di kantor, lalu dijawab bahwa masalah itu muncul karena pegawai lain cemburu.
Komite juga menemukan bahwa kedua staf perempuan itu akhirnya mengundurkan diri karena perilaku Edwards, meski ketika pergi mereka menyebut alasan lain.
Dalam satu bagian laporan, komite menggambarkan bagaimana Edwards bahkan merencanakan perjalanan panjang dan rumit bersama mereka, kadang bersama-sama, kadang terpisah, termasuk saran untuk pergi ke Annapolis makan siang, meditasi di tepi air, jalan-jalan, mampir ke day spa, menonton film, atau ke kasino.
Pesan itu ikut dibuka komite. “I’m probably over thinking being impulsive but I really want you to enjoy our time together nearly as much as [I] know [I] will,” tulis Edwards dalam salah satu pesan yang dirilis komite.
Respons kampanye dan dampak politik di North Carolina
Kampanye pemilihan ulang Edwards menolak temuan itu. Mereka menyebut laporan komite justru “completely exonerate” sang anggota Kongres, sambil menuduh staf komite membuat aturan sendiri yang tidak sejalan dengan aturan tertulis DPR.
Dalam pernyataannya, kampanye juga mengatakan Edwards menunggu namanya dibersihkan dan ingin proses ini dibuka seterang mungkin bagi publik. Mereka menilai ada upaya untuk merugikan seorang anggota Kongres yang tidak merugikan orang lain.
Di kubu lawan, Demokrat Jamie Ager menyatakan empatinya kepada para perempuan muda yang bekerja untuk melayani komunitas. Ia juga menyebut warga layak dipimpin oleh sosok dengan karakter moral yang bisa dibanggakan western North Carolina.
Bagi Edwards, rekomendasi ini datang pada saat posisinya memang sedang rapuh. Pekan lalu, Sabato’s Crystal Ball menilai pertarungannya di distrik North Carolina bagian barat sebagai toss-up, tanda peluang Demokrat membaik. Jika pemungutan suara censure benar terjadi saat DPR kembali bersidang, sorotan politik terhadap Edwards hampir pasti belum akan mereda.
House sendiri sedang tidak bersidang sampai 31 Agustus, sehingga langkah berikutnya baru mungkin bergerak setelah para anggota kembali ke Washington.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.