JAKARTA — addiksi judi Luke Bateman kembali jadi sorotan setelah mantan pemain rugby league yang kini dikenal sebagai influencer TikTok itu menyampaikan kesaksian di hadapan penyelidikan parlemen Australia. Ia mengaku kebiasaan berjudi yang makin tak terkendali membuatnya kehilangan sekitar $1m.
Bateman juga menuding promotor perusahaan taruhan memberinya kokain dan alkohol. Tuduhan itu ia sampaikan pada Senin pagi, ketika berbicara di hadapan inquiry parlemen yang menyoroti praktik industri taruhan dan tanggung jawab perusahaan terhadap para kliennya.
Addiksi judi dan tuduhan ke promotor taruhan
Dalam bahan yang disampaikan ke publik, Bateman menyebut industri taruhan tidak menjalankan duty of care. Ia menilai para promotor perusahaan judi tidak hanya hadir sebagai pihak pemasaran, tetapi ikut menciptakan lingkungan yang mendorong perilaku berisiko.
Bateman, yang kini aktif sebagai bintang TikTok dan berpengaruh di komunitas BookTok, mengatakan ia menghadiri acara privat di Gold Coast yang digelar oleh perusahaan judi. Di acara itu, menurut pengakuannya, sejumlah tokoh senior ikut memakai narkoba bersama para klien.
Informasi ini penting karena membawa perdebatan lama tentang batas etika promosi taruhan ke ruang yang lebih konkret. Bukan sekadar soal iklan atau bonus taruhan. Di sini, yang dipersoalkan adalah bagaimana industri bertemu langsung dengan pengguna, lalu membentuk kebiasaan yang bisa mendorong kerugian besar.
Kenapa pengakuan Bateman jadi penting
Kisah Bateman memberi wajah manusia pada angka kerugian yang selama ini sering muncul tanpa konteks. Ketika ia menyebut kehilangan sekitar $1m, itu bukan hanya soal uang yang lenyap. Ada rangkaian keputusan, tekanan sosial, dan akses yang membuat seseorang terus masuk lebih dalam ke pola yang sama.
Pengakuannya juga menempatkan promotor taruhan dalam posisi yang sulit. Bila tuduhan soal pemberian kokain dan alkohol benar, maka persoalannya bergeser dari sekadar agresivitas pemasaran ke pertanyaan etika yang jauh lebih berat. Siapa bertanggung jawab saat relasi bisnis berubah menjadi relasi yang mendorong penyalahgunaan?
Bateman tidak tampil sebagai tokoh politik atau aktivis. Justru itu yang membuat kesaksiannya menonjol. Ia datang sebagai mantan atlet yang kemudian punya pengaruh besar di ranah digital. Kombinasi itu membuat ceritanya menjangkau dua dunia sekaligus: olahraga yang punya riwayat panjang dengan sponsor taruhan, dan ekosistem kreator yang mudah tersentuh promosi.
Dampaknya ke industri taruhan dan pembaca
Bagi industri taruhan, kesaksian seperti ini bisa memperkuat sorotan terhadap cara perusahaan membangun hubungan dengan pelanggan. Bila ruang acara privat, promotor, dan penggunaan zat terlarang bercampur, kepercayaan publik bisa makin terkikis. Tekanan untuk memperketat pengawasan pun berpotensi meningkat.
Bagi publik, pengakuan Bateman memberi gambaran bahwa addiksi judi tidak selalu dimulai dari kekalahan besar. Kadang ia datang lewat kebiasaan kecil yang berulang, lalu melebar ke kerugian finansial, tekanan mental, dan lingkungan sosial yang ikut menarik seseorang masuk lebih dalam. Mahal sekali.
The Guardian melaporkan kesaksian Bateman itu muncul di hadapan inquiry parlemen pada Senin pagi. Sampai laporan ini ditulis, bahan yang tersedia belum memuat tanggapan resmi dari perusahaan judi yang disebut dalam pengakuannya, juga belum memuat kesimpulan akhir penyelidikan parlemen tersebut.
Langkah berikutnya kini ada pada penyelidikan itu sendiri. Dari sana akan terlihat apakah tuduhan Bateman berhenti sebagai kesaksian personal, atau berubah menjadi dorongan baru untuk menekan praktik industri taruhan yang selama ini terus menuai kritik.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.