Rabu, 5 Agustus 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Min Aung Hlaing Kunjungi Thailand, Perkuat Kerja Sama Bilateral

Min Aung Hlaing Kunjungi Thailand, Perkuat Kerja Sama Bilateral
Min Aung Hlaing Kunjungi Thailand, Perkuat Kerja Sama Bilateral

BANGKOK — Presiden Myanmar Min Aung Hlaing dijadwalkan tiba di Thailand pada Kamis (25/6) untuk kunjungan kerja selama dua hari. Lawatan ini menjadi perjalanan perdana Min Aung Hlaing ke Negeri Gajah Putih sejak menjabat sebagai pemimpin sipil.

Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral sekaligus meningkatkan kerja sama di bawah kerangka Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN). Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul akan menyambut secara resmi pemimpin Myanmar tersebut di Government House, Bangkok, lengkap dengan upacara penyambutan kenegaraan.

Agenda Kerja Sama Ekonomi dan Regional

Juru bicara pemerintah Thailand, Rachada Dhnadirek, menjelaskan bahwa lawatan ini merupakan momentum strategis untuk membahas isu keamanan serta kesejahteraan masyarakat kedua negara. Anutin dan Min Aung Hlaing dijadwalkan menggelar pertemuan tertutup, dilanjutkan dengan diskusi delegasi penuh.

Salah satu agenda utama kunjungan adalah pembukaan Thailand-Myanmar Business Forum 2026. Forum ini menjadi platform krusial untuk mendorong sektor perdagangan, investasi, dan kerja sama ekonomi antar kedua negara. Rachada menegaskan, kunjungan ini merefleksikan komitmen kedua negara dalam memperdalam koordinasi terkait isu regional dan internasional.

Pendekatan Calibrated Re-engagement

Sebelum menyambut Min Aung Hlaing, Perdana Menteri Anutin telah melakukan serangkaian pertemuan di Jakarta pada awal pekan ini. Dalam diskusi bersama Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn, Anutin menekankan pentingnya pendekatan calibrated re-engagement atau keterlibatan ulang yang terukur terhadap Myanmar.

Thailand tetap berpegang pada kerangka Five-Point Consensus sebagai panduan utama dalam menangani krisis di Myanmar. Anutin menyatakan bahwa pendekatan ini diarahkan untuk menjaga dialog tetap terbuka sekaligus merespons realitas di lapangan guna mendorong kemajuan yang nyata.

Meski prinsip non-intervensi ASEAN tetap dijunjung tinggi, ia menekankan perlunya fleksibilitas dan pragmatisme untuk menjaga kesatuan kawasan.

Anutin juga memberikan catatan positif terkait perkembangan di Myanmar setelah Aung San Suu Kyi bertemu dengan perwakilan Palang Merah Internasional (ICRC) pada Senin.

Kondisi pemimpin yang ditahan tersebut dilaporkan dalam keadaan baik, sebuah langkah yang disebut Anutin sebagai kemajuan yang selama ini terus didorong oleh pihak Thailand. Pertemuan ini diharapkan menjadi pembuka jalan bagi stabilitas yang lebih berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda