JAKARTA — Sejumlah oknum nakes minta maaf usai komentar nirempati kepada pasien atas nama Yurizal Tri Chaerawan di akun Threads miliknya pada 22 Juli 2026 memantik kritik publik. Kasus ini mencuat setelah Yurizal menulis pengalamannya menunggu 8 jam untuk menjalani perawatan dan belum juga mendapat ruangan.
Unggahan itu kemudian dibanjiri komentar nirempati dari berbagai akun. Sebagiannya disebut berasal dari akun milik dokter dan perawat. Reaksi warganet pun cepat mengeras. Nama para nakes itu ikut terseret karena komentar yang mereka tuliskan dinilai tidak sejalan dengan etika profesi dan rasa empati yang semestinya hadir saat pasien sedang kesulitan.
Oknum nakes dan komentar yang memicu amarah publik
Dalam unggahan yang dikutip dari akun Threads miliknya, Rabu 5 Agustus 2026, Yurizal menulis, “8 Jam belum dapat ruangan, gamau spill RSnya soalnya gue pake BPJS,”. Kalimat itu jadi pintu awal perbincangan yang lebih besar soal pengalaman pasien saat mencari penanganan medis.
Namun percakapan yang semula soal keluhan layanan berubah tajam ketika sejumlah akun memberikan respons yang dianggap merendahkan.
Situasi itu membuat banyak warganet menilai komentar-komentar tersebut tidak menunjukkan empati, apalagi ketika berasal dari orang yang mengaku bekerja di bidang kesehatan.
Di titik ini, sorotan publik tidak lagi hanya tertuju pada keluhan Yurizal, tetapi juga pada cara para tenaga kesehatan meresponsnya.
Satu hal yang paling menonjol. Kepercayaan.
Soalnya, ketika komentar seperti itu datang dari akun yang diketahui milik dokter dan perawat, publik membaca jauh lebih keras. Bukan cuma soal sopan atau tidak sopan. Ada harapan yang lebih besar pada profesi yang sehari-hari berhadapan langsung dengan pasien, keluarga pasien, dan situasi-situasi genting di rumah sakit.
Permintaan maaf tertulis dari dr. Elda Putri
Oknum pertama yang meminta maaf adalah dr. Elda Putri dengan akun @erudarahaadini. Ia sebelumnya sempat berkomentar dengan nada menyindir lewat tulisan, “PPnya kayak orang have tapi aslinya haven’t kah? haven’t some brain cells,”.
Dalam permintaan maaf tertulisnya, Elda menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga besar almarhum Yurizal, teman-teman, kerabat, serta seluruh masyarakat luas. Ia mengakui bahwa komentar yang ditulis melalui akun media sosialnya beberapa waktu lalu sangat tidak pantas, tidak etis, dan menunjukkan ketiadaan empati.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.