Kamis, 6 Agustus 2026 WIB
BREAKING
POLITIK PEMERINTAHAN

BRAINS Partai Demokrat Ajak Generasi Muda Berbagai Profesi Warnai Kebijakan Publik

BRAINS Partai Demokrat Ajak Generasi Muda Berbagai Profesi Warnai Kebijakan
BRAINS Partai Demokrat Ajak Generasi Muda Berbagai Profesi Warnai Kebijakan

JAKARTA — Badan Riset dan Inovasi Strategis (BRAINS) Partai Demokrat mulai menggeser fokus dalam memetakan keterlibatan pemilih muda.

Melalui diskusi internasional bersama International Republican Institute (IRI) di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat, pada 5 Agustus, lembaga ini menekankan pentingnya peran aktif generasi muda dari berbagai latar belakang profesi untuk ikut merumuskan kebijakan publik.

Keterlibatan ini tidak lagi dibatasi pada sosok yang berkecimpung di partai politik secara struktural. BRAINS mendorong keterlibatan petani muda, nelayan muda, atlet, hingga pekerja di sektor teknologi dan kreatif untuk membawa perspektif sektor mereka ke meja kebijakan.

Pergeseran Paradigma Politik Pemuda

Kepala BRAINS, Ahmad Khoirul Umam, menyatakan pandangan yang menyebut anak muda apatis terhadap politik sebenarnya keliru. Menurutnya, karakter politik generasi muda saat ini telah mengalami perubahan fundamental. Anak muda cenderung memiliki kepedulian tinggi, namun mereka selektif dalam memberikan dukungan.

“Generasi muda tidak anti-politik. Mereka hanya anti terhadap politik yang tidak memberikan harapan,” tegas Umam dalam forum tersebut. Baginya, jika individu muda yang berintegritas terus menjauh, maka ruang demokrasi justru akan didominasi oleh pihak-pihak yang tidak memiliki komitmen kerakyatan yang kuat.

Konteks ini menjadi penting bagi masa depan demokrasi di Indonesia. Keterlibatan tenaga ahli dari sektor non-politik seperti pelaku teknologi dan sektor kreatif diharapkan mampu menghadirkan solusi yang lebih relevan dengan tantangan zaman. Tanpa adanya kontribusi dari berbagai profesi ini, kebijakan publik berisiko kehilangan koneksi dengan realitas lapangan yang dialami generasi masa kini.

Pendekatan Digital dan Solusi Nyata

Senada dengan Umam, Deputi BRAINS Jibriel Avissiena menyoroti perbedaan cara komunikasi politik yang efektif saat ini. Ia menekankan bahwa metode kampanye konvensional kini sudah tidak cukup untuk menjangkau kelompok digital native yang kritis terhadap informasi.

Strategi baru diperlukan. “Engagement politik hari ini tidak cukup melalui kampanye konvensional. Kita harus hadir di ruang-ruang digital dengan data, dialog, dan solusi nyata,” ujar Jibriel. Baginya, data dan argumen berbasis riset adalah mata uang paling berharga untuk mendapatkan kepercayaan generasi digital.

Langkah ini menandai upaya partai politik untuk tidak sekadar menjadikan anak muda sebagai objek elektoral, melainkan subjek yang ikut menentukan arah kebijakan negara. Dengan menggabungkan keahlian profesional masing-masing, BRAINS berharap para anak muda ini dapat menjadi penyeimbang sekaligus pembaharu dalam ekosistem kebijakan publik di masa mendatang.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda