JAKARTA — Saham Flutter mengalami tekanan jual tajam setelah perusahaan mengumumkan penurunan proyeksi laba tahunan di Amerika Serikat sebesar 22 persen. Kondisi ini diperparah dengan kabar suksesi pimpinan puncak yang memicu reaksi negatif pasar pada perdagangan Rabu.
Berdasarkan laporan yang dirilis, Flutter mencatatkan laba per saham sebesar 49 sen untuk kuartal kedua, angka yang meleset dari ekspektasi Wall Street sebesar 60 sen per saham menurut data LSEG.
Meskipun pendapatan perusahaan mencapai 4,33 miliar dolar AS, sedikit di atas estimasi analis sebesar 4,26 miliar dolar AS, investor tetap merespons negatif hingga membuat nilai saham perusahaan terkoreksi lebih dari 11 persen.
Rombakan Strategi dan Kepemimpinan
Di tengah tekanan performa, Flutter mengonfirmasi bahwa CEO Peter Jackson akan meninggalkan posisinya pada akhir kuartal ini. Tongkat estafet kepemimpinan akan diserahkan kepada Dan Taylor, yang saat ini menjabat sebagai CEO bisnis internasional Flutter, efektif mulai 1 Oktober.
Perusahaan kini memproyeksikan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) yang disesuaikan untuk bisnis AS mencapai 760 juta dolar AS. Angka tersebut mencerminkan pemangkasan target sebesar 22 persen dari panduan sebelumnya.
Langkah ini diambil sebagai respons atas hilangnya dominasi pangsa pasar FanDuel, unit bisnis terpenting Flutter di Amerika Serikat, selama setahun terakhir.
Peter Jackson mengakui adanya kesalahan dalam proposisi nilai kepada pelanggan, terutama terkait pengurangan promosi. “Kami bisa saja menghabiskan lebih sedikit uang tahun ini dan mencapai target panduan, namun itu bukan hal yang tepat untuk dilakukan,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Investasi Agresif untuk Pemulihan
Demi mengembalikan daya saing, Flutter menggelontorkan investasi tambahan sebesar 270 juta dolar AS untuk bisnis AS pada paruh kedua tahun 2026. Fokus utama investasi tersebut diarahkan pada perbaikan sistem imbalan, promosi, dan perlindungan pelanggan. Perusahaan berencana menaikkan belanja promosi mendekati 6 persen dari total nilai taruhan (handle).
Strategi perbaikan ini mulai menunjukkan tanda-tanda positif di sejumlah sektor olahraga. Tercatat aktivitas pengguna selama NBA Finals meningkat 26 persen per pertandingan, sementara sekitar sepertiga dari 2,3 juta pelanggan World Cup FanDuel berhasil diaktifkan kembali. Selain itu, sportsbook tersebut baru saja mencatatkan pekan dengan performa tertinggi sepanjang sejarah untuk liga MLB.
Langkah ekspansi lain dilakukan melalui pasar prediksi yang kini beralih dari CME ke Crypto.com. Langkah ini bertujuan memberikan katalog produk yang lebih luas serta mempercepat peluncuran fitur baru sebelum musim sepak bola bergulir.
Melalui platform yang terpadu, perusahaan berharap dapat menjangkau pasar nasional secara lebih efektif, termasuk di wilayah yang melarang taruhan olahraga konvensional.
Bagi investor, tantangan bagi Dan Taylor kini sangat jelas: mengembalikan eksekusi bisnis FanDuel dan mengubah antusiasme pelanggan menjadi pertumbuhan laba yang berkelanjutan di tahun 2027. Analis gaming dari Jefferies, James Wheatcroft, menyatakan tetap mengambil sikap konstruktif terhadap saham Flutter meskipun menghadapi tantangan dari hasil laporan keuangan dan perombakan manajemen.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.