JAKARTA — Kualitas tidur buruk tidak selalu terlihat dari jumlah jam tidur. Seseorang bisa saja tidur tujuh hingga delapan jam, tetapi tetap bangun lelah, sulit fokus, dan terasa seperti belum istirahat sama sekali.
ANTARA menulis, kualitas tidur dipengaruhi oleh seberapa cepat seseorang terlelap, seberapa sering terbangun di malam hari, sampai apakah tubuh berhasil melewati tiap fase tidur dengan baik. Kalau proses itu terganggu, tubuh kehilangan waktu pemulihan yang semestinya terjadi saat malam.
Kualitas tidur buruk tidak selalu soal durasi
Banyak orang masih menjadikan durasi tidur sebagai patokan utama. Padahal, tidur yang panjang belum tentu memberi efek segar di pagi hari bila kualitasnya rendah. Tubuh justru bisa tetap terasa berat, mata seakan belum benar-benar terbuka, dan kepala seperti belum lepas dari kabut.
Di situlah tanda-tandanya perlu dibaca lebih teliti. Bukan sekadar menghitung jam tidur, melainkan melihat bagaimana tubuh bereaksi setelah bangun, saat bekerja, sampai ketika menjalani aktivitas siang hari.
Delapan tanda yang patut diperhatikan
Dalam bahan ANTARA, ada delapan tanda yang bisa menunjukkan kualitas tidur kurang baik meski durasi tidur sudah cukup. Tandanya muncul dari pagi hingga malam, dan sering kali dianggap sepele karena datang perlahan.
- Bangun tidur tetapi masih merasa lelah.
- Sering sulit fokus, mudah lupa, atau mengalami brain fog saat bekerja maupun belajar.
- Mengantuk berlebihan di siang hari, termasuk saat rapat, belajar, bekerja, atau mengemudi.
- Sering terbangun pada malam hari dan butuh waktu lama untuk tidur lagi.
- Mendengkur keras atau napas berhenti saat tidur, terutama bila disertai tersedak atau terbangun karena sesak.
- Mudah marah atau suasana hati berubah.
- Lebih sering sakit atau daya tahan tubuh menurun.
- Butuh banyak kafein agar tetap berenergi.
Empat tanda pertama biasanya terasa paling cepat. Bangun masih lelah, konsentrasi buyar, ngantuk di jam kerja, lalu terbangun berulang kali di malam hari. Empat tanda berikutnya sering menyusul bila gangguan itu berlangsung lebih lama.
Kenapa ini penting untuk diperhatikan
Efek kualitas tidur buruk tidak berhenti pada rasa kantuk. ANTARA menuliskan bahwa tidur berperan penting dalam pembentukan memori, konsentrasi, dan kemampuan berpikir. Saat tidur tidak berkualitas, kemampuan itu ikut terganggu. Hasilnya terasa di ruang kerja, ruang kelas, sampai di jalan saat seseorang harus tetap waspada.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.