Jumat, 7 Agustus 2026 WIB
BREAKING
LIFESTYLE

3 Pesan Penting Rieke Diah Pitaloka ke 3 Anak Cowok

3 Pesan Penting Rieke Diah Pitaloka ke 3 Anak Cowok
3 Pesan Penting Rieke Diah Pitaloka ke 3 Anak Cowok

JAKARTA — Kekhawatiran sebagai orang tua kerap memuncak saat anak-anak mulai tumbuh dewasa dan mencari kebebasan mereka sendiri. Hal ini dirasakan langsung oleh aktris sekaligus anggota DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, yang mengaku kecemasannya semakin besar seiring ketiga putra lelakinya beranjak remaja.

Rieke bahkan sempat mengalami kepanikan luar biasa ketika salah satu anaknya tidak bisa dihubungi saat tengah melakukan aktivitas pendakian gunung di wilayah Bogor, Jawa Barat. Kejadian-kejadian seperti ini membuatnya sadar akan pentingnya membekali anak dengan prinsip hidup yang kuat daripada terus-menerus mengekang ruang gerak mereka.

Kepanikan Seorang Ibu dan Momen Patah Hati Rieke

Rieke memiliki tiga anak laki-laki dari pernikahan terdahulunya dengan Donny Gahral Adian, yaitu Sagara Kawani Hadiasyah serta anak kembar Jalu Manon Badrika Adiansah dan Jalu Manon Wisesa Adiansyah. Kegemaran anak-anaknya pada aktivitas ekstrem seperti tinju dan lari lintas alam (trail run) sering kali menguji jantungnya sebagai seorang ibu.

“Pasti, pasti banget. Mana yang kembar itu sukanya yang satu suka boxing, yang satu sukanya trail run. Ya, awal-awal itu sampai aku nangis-nangis histeris karena setengah satu nggak bisa dikontak dan aku tahu dia lagi ke gunung mana gitu di Bogor ya. Gunung Salak apa, gimana nggak panik gitu?” ujar Rieke Diah Pitaloka saat ditemui di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, kemarin.

Rieke menceritakan bahwa dirinya sempat emosional dan menghubungi banyak orang karena takut anaknya hilang. Namun, setelah berhasil tersambung, sang anak memberikan alasan logis bahwa tidak ada sinyal seluler di area pegunungan.

Selain rasa cemas, Rieke juga sempat dibuat patah hati ketika anak kembarnya meminta ruang mandiri saat akan naik ke kelas enam sekolah dasar. Saat itu, kedua putranya meminta agar Rieke mulai belajar mandiri dan membiarkan mereka tidur sendiri. Proses adaptasi ini berjalan hingga tiga tahun dan menjadi refleksi mendalam bagi dirinya.

Tiga Batasan Utama untuk Tiga Anak Lelaki

Melihat anak-anaknya yang semakin mandiri, Rieke memilih untuk tidak memaksakan pilihan hidup atau karier mereka di masa depan, termasuk jika ingin mengikuti jejaknya di dunia seni peran. Sebagai gantinya, ia memberikan tiga batasan tegas yang wajib dipatuhi oleh ketiga putranya.

“Ambu cuma pesan terserah kalian mau ngapain. Yang penting pertama no drugs and alcohol, no free sex, dan kemudian jangan mengambil hak orang, jangan menyusahkan hidup orang lain. Sudah itu saja,” tegas Rieke.

Bagi Rieke, tugas utama orang tua bukanlah mendikte masa depan anak, melainkan menanamkan nilai-nilai kehidupan yang mendasar. Ia pun menyadari bahwa orang tua tidak selalu benar dan harus terus membuka diri untuk belajar dari anak-anak mereka seiring perkembangan zaman.

Pola asuh yang diterapkan Rieke ini mencerminkan tantangan nyata yang dihadapi banyak ibu urban di Indonesia saat ini. Menjaga keseimbangan antara memberikan ruang privasi bagi anak remaja sekaligus tetap menanamkan nilai moralitas yang kuat menjadi kunci penting dalam menjaga keharmonisan keluarga modern.

Rieke menegaskan bahwa satu-satunya kelebihan orang tua adalah lahir lebih dulu, namun untuk urusan pemahaman kehidupan baru, proses belajar bersama anak harus terus berjalan.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda