Milei menyebut aksi tersebut sebagai representasi perasaan jujur rakyat Argentina. Ia tak peduli jika FIFA bakal menjatuhkan denda. Baginya, suaranya sudah keluar dan dunia harus mendengarnya. Sikap ini sebenarnya sudah lama mengakar di sana; klub kasta kedua, Almirante Brown, bahkan pernah menyematkan slogan yang sama di jersei mereka jauh sebelum laga semifinal itu terjadi.
Sepak Bola Lebih dari Sekadar Skor
Meski impian mengangkat trofi juara akhirnya kandas di tangan Spanyol pada partai final, kemenangan atas Inggris tetap punya tempat istimewa. Bagi AFA, penetapan 15 Juli bukan cuma untuk merayakan kemenangan teknis di lapangan. Ini adalah cara menjaga api nasionalisme tetap menyala.
Tentu, keputusan ini bakal memicu perdebatan panjang di koridor FIFA soal netralitas politik dalam olahraga. Namun, di Argentina, sepak bola selalu punya aturan mainnya sendiri. Mereka tak peduli pada protokol birokrasi internasional jika itu menyangkut kebanggaan nasional.
Laporan dari Times of India mengonfirmasi bahwa ketetapan ini sudah masuk ke dalam kalender resmi sepak bola Argentina. Mulai sekarang, tiap tanggal 15 Juli, seluruh negeri akan berhenti sejenak untuk mengenang bagaimana dua gol di menit-menit akhir bisa menyatukan bangsa dan membuat dunia menoleh ke arah mereka. Tak ada yang bisa menghapus memori itu dari sejarah sepak bola dunia.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.