Jumat, 7 Agustus 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Dampak Ekonomi Piala Presiden 2026 Tembus Rp1,5 Miliar

Suasana tenant UMKM di sekitar stadion dalam ajang Piala Presiden 2026
Sektor UMKM terus diberdayakan sebagai bagian dari komitmen penyelenggara dalam turnamen Piala Presiden 2026. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Perputaran ekonomi dari sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam turnamen pramusim Piala Presiden 2026 menunjukkan performa positif. Hingga babak semifinal yang berlangsung Selasa, total penjualan produk UMKM telah menyentuh angka Rp1,5 miliar.

Ketua Organizing Committee (OC) Piala Presiden 2026, Tsamara Amany, menjelaskan angka tersebut menunjukkan kenaikan signifikan sebesar 27 persen jika dibandingkan dengan capaian pada turnamen edisi 2025. Jumlah perputaran uang ini diprediksi masih akan terus bertambah seiring digelarnya laga perebutan tempat ketiga dan final pada Kamis (5/8) di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali.

Strategi Penjualan di Tengah Pembatasan

Meskipun laga semifinal digelar tanpa kehadiran penonton di stadion, panitia tetap berkomitmen menghidupkan ekosistem ekonomi bagi pelaku usaha lokal. Sebanyak 25 tenant UMKM tetap dilibatkan langsung di lokasi pertandingan untuk melayani kebutuhan panitia dan pihak-pihak yang bertugas.

Tsamara menegaskan bahwa keterlibatan UMKM merupakan nilai utama yang ingin terus dihadirkan dalam setiap gelaran Piala Presiden. Panitia bahkan memastikan seluruh staf di lapangan didorong untuk melakukan transaksi pembelian makanan dari tenant yang tersedia agar roda ekonomi tetap berputar meski stadion tertutup bagi suporter.

Sebagai perbandingan, jumlah tenant UMKM yang terlibat di babak sebelumnya tercatat lebih banyak, yakni 80 tenant di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, dan 50 tenant di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung. Penyesuaian jumlah tenant dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika penyelenggaraan laga di Bali.

Dampak bagi Suporter dan Ekonomi Lokal

Penyelenggaraan Piala Presiden 2026 yang fokus pada aspek keamanan dan kenyamanan memang membatasi akses penonton langsung. Namun, panitia tetap mendukung inisiatif suporter untuk merayakan antusiasme melalui kegiatan nonton bareng (nobar). Beberapa kelompok suporter besar seperti Bonek dan Viking diketahui telah menginisiasi kegiatan tersebut secara mandiri di wilayah masing-masing.

Tsamara menekankan pentingnya menjaga kondusivitas dalam setiap kegiatan suporter. Bagi masyarakat luas, dampak ekonomi ini menjadi indikator penting bagaimana ajang olahraga sepak bola tidak hanya sekadar kompetisi di atas rumput, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan di sekitar stadion.

“Harapannya besok di final pun kita tetap bisa memberikan dampak yang baik dari sisi kompetisi, dari segi keamanan, dari segi perputaran ekonomi, dan juga tentu saja dari segi kebersihan,” ujar Tsamara dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Laga puncak Piala Presiden 2026 akan menjadi penentu siapa yang berhak membawa pulang trofi tahun ini. Meski digelar tanpa penonton, panitia memastikan kualitas pertandingan dan atmosfer yang disajikan tetap akan dinikmati oleh para pendukung dari rumah.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda