JAKARTA — Perhelatan akbar Piala Dunia yang digelar di Amerika Utara musim panas ini membawa berkah finansial bagi Fox Corp. Raksasa media tersebut melaporkan lonjakan signifikan dalam pendapatan iklan, yang didorong oleh tingginya antusiasme pemirsa terhadap tayangan olahraga di seluruh platform mereka.
Berdasarkan laporan keuangan kuartal keempat yang dirilis Kamis lalu, Fox mencatatkan kenaikan pendapatan keseluruhan sebesar 28 persen menjadi 4,21 miliar dolar AS dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Faktor utama di balik capaian ini adalah pendapatan iklan yang meroket 78 persen hingga menyentuh angka 1,92 miliar dolar AS, sebuah angka yang dipicu langsung oleh momentum Piala Dunia dan pertumbuhan layanan streaming gratis mereka, Tubi.
Dominasi Siaran Olahraga di Layar Kaca
Data Nielsen menunjukkan rata-rata 7,7 juta pemirsa menyaksikan 104 pertandingan Piala Dunia melalui siaran Fox. Puncaknya terjadi pada partai final antara Spanyol dan Argentina yang memecahkan rekor dengan menyedot hampir 39 juta pemirsa di seluruh platform Fox. Kesuksesan serupa juga dirasakan oleh NBCUniversal melalui Telemundo dan Peacock yang menyiarkan pertandingan dalam bahasa Spanyol.
CEO Fox, Lachlan Murdoch, menyebut pencapaian tahun fiskal ini sebagai rekor performa keuangan perusahaan. Menurutnya, hasil ini terasa lebih impresif mengingat tahun sebelumnya sudah sangat kuat berkat dukungan ajang Super Bowl dan pemilihan presiden. Strategi Fox yang memfokuskan portofolio jaringan TV pada sektor olahraga dan berita terbukti memberikan arus pendapatan iklan yang konsisten.
Tubi dan Strategi Ekspansi Digital
Layanan streaming Tubi menjadi instrumen penting bagi Fox dalam menggaet demografi pemirsa muda yang sangat diminati oleh pengiklan. Hub khusus Piala Dunia di platform tersebut sukses menarik lebih dari 20 juta pemirsa. Bahkan, dua pertandingan babak awal mencatat rekor trafik tertinggi dalam sejarah platform tersebut.
Pertumbuhan juga dirasakan oleh layanan Fox One yang diluncurkan setahun lalu. Pendapatan distribusi perusahaan meningkat 5 persen, didorong oleh performa layanan tersebut yang diklaim melampaui ekspektasi manajemen. Fox One yang dibanderol 19,99 dolar AS per bulan kini menjadi andalan baru untuk mempertahankan pelanggan di tengah ketatnya persaingan layanan streaming.
Langkah strategis ini memberikan gambaran jelas bagi industri media mengenai pentingnya hak siar olahraga dalam menjaga relevansi di tengah pergeseran perilaku konsumsi konten.
Dengan keberhasilan ini, Fox semakin memperkuat posisinya dalam ekosistem iklan digital, terutama setelah rencana akuisisi terhadap Roku senilai 22 miliar dolar AS pada Juni lalu yang diprediksi akan semakin memperluas jangkauan pasar mereka ke depannya.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.