Posisi ketiga di klasemen umum ditempati oleh Katarzyna Niewiadoma-Phinney. Ia tertinggal 1 menit 17 detik dari Reusser. Gap ini sebenarnya masih sangat terbuka untuk dikejar, terutama mengingat medan yang bakal dihadapi para atlet dalam beberapa hari ke depan.
Hingga etape keenam resmi ditutup, Reusser memimpin dengan total catatan waktu 19 jam 43 menit 34 detik. Ketatnya selisih waktu di papan atas menunjukkan bahwa setiap tikungan dan setiap tanjakan di sisa tur ini akan menentukan siapa yang berhak mengenakan yellow jersey di Paris nantinya.
Menuju Mont Ventoux
Ketegangan justru baru saja dimulai. Para pembalap kini menatap etape ketujuh yang dijuluki sebagai queen stage. Ini adalah medan tempur yang sesungguhnya. Rute Jumat (7/8/2026) bakal membawa mereka menanjak ke Mont Ventoux di Pegunungan Alpen.
Tanjakan legendaris ini membentang sejauh 15,7 kilometer dengan gradien rata-rata 8,8 persen. Bagi para atlet, ini bukan sekadar tanjakan biasa, tapi ujian mental dan fisik yang brutal.
Banyak pembalap yang sudah jatuh bangun di etape sebelumnya kini harus mengumpulkan sisa kekuatan terakhir mereka untuk menaklukkan jalur curam tersebut.
Prediksi pengamat balap menyebutkan bahwa performa di Mont Ventoux akan menjadi penentu utama siapa yang layak memuncaki podium di akhir rangkaian tur tahun ini.
Pihak penyelenggara sudah memastikan bahwa kesiapan logistik dan dukungan medis di rute Alpen telah dimaksimalkan. Sementara itu, tim-tim besar mulai meracik ulang strategi untuk melindungi pemimpin klasemen mereka dari serangan yang dipastikan bakal terjadi di setiap meter pendakian menuju puncak gunung tersebut.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.