Ternyata, D masih berstatus pasien aktif yang menjalani pengobatan rutin untuk kondisi kejiwaannya. Kenyataan bahwa pelaku adalah anak kandung korban dan memiliki riwayat gangguan jiwa kini menjadi fokus utama dalam proses penyidikan. Pihak penyidik bekerja ekstra hati-hati.
Mereka harus memastikan apakah tindakan brutal ini memang dipicu oleh kondisi kejiwaan pelaku yang sedang kambuh atau ada faktor pemicu lain.
Petugas juga mendalami kepatuhan pelaku dalam mengonsumsi obat-obatan selama ini. Apakah dosisnya terlewat atau memang ada gangguan psikis akut yang memicu ledakan amarah tersebut? Pertanyaan-pertanyaan ini sedang dicari jawabannya melalui pemeriksaan ahli jiwa.
Kini, warga Desa Wonokerto masih diselimuti duka mendalam. Mereka tak menyangka rumah tangga yang selama ini terlihat biasa saja bisa berakhir dengan tragedi yang melibatkan hubungan darah. Keluarga korban sendiri masih terpukul hebat, bahkan beberapa di antaranya belum sanggup memberikan keterangan mendetail kepada wartawan lantaran syok berat.
Polisi rencananya akan membawa D ke rumah sakit untuk pemeriksaan kejiwaan lebih lanjut guna menentukan status hukumnya. Jika hasil medis menunjukkan pelaku sedang tidak sadar penuh atau dalam kondisi psikis yang tidak terkendali saat kejadian, prosedur hukum akan mengikuti aturan khusus bagi pelaku tindak pidana dengan gangguan jiwa.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.