JAKARTA — Donald Trump kembali mendorong upaya memecat Gubernur Federal Reserve Lisa Cook, menurut surat yang dilihat Reuters. Langkah ini menjaga hidup pertarungan Gedung Putih dengan bank sentral AS, meski Mahkamah Agung AS pada Juni sudah memberi pukulan penting pada upaya Trump sebelumnya.
Dampaknya besar. Sengketa ini bukan cuma soal satu pejabat The Fed, tapi juga soal batas kuasa presiden terhadap bank sentral yang semestinya berdiri independen. Pasar, pengamat kebijakan, dan pelaku usaha akan membaca setiap perkembangan sebagai sinyal baru atas arah hubungan Gedung Putih dan The Fed.
Surat Gedung Putih ke Lisa Cook
Menurut Reuters, Gedung Putih memberi tahu Cook dalam surat pekan ini bahwa presiden “considering” atau sedang mempertimbangkan untuk mencopotnya dari jabatan. Surat itu juga meminta Cook menanggapi tuduhan fraud hipotek yang belum terbukti.
Bloomberg juga melaporkan hal serupa: Trump kembali menghidupkan ancaman untuk memecat Cook terkait tuduhan yang belum terbukti. MarketWatch menambahkan, langkah ini muncul dua bulan setelah Trump diblokir Mahkamah Agung AS.
Soal waktunya, bahan sumber hanya menyebut pekan ini untuk surat Gedung Putih, sementara putusan Mahkamah Agung terjadi pada Juni. Itu menjadi titik penting dalam membaca arah konflik ini. Belum selesai.
Pertarungan soal independensi The Fed
Trump sejak lama berseteru dengan The Fed. Ia kerap mendorong perubahan di tubuh bank sentral agar lebih sejalan dengan kehendak politiknya. Upaya terbaru ke Lisa Cook menunjukkan garis konfliknya belum surut, justru kembali ditekan ke depan.
Reuters menyebut aksi Trump ini sebagai kelanjutan dari serangannya terhadap independensi bank sentral. Bloomberg menilai langkah itu bisa membuka lagi pertarungan hukum baru atas status dan kewenangan The Fed. MarketWatch bahkan menyorot motif yang lebih luas: Trump ingin mengisi dewan The Fed dengan lebih banyak sekutu.
Di titik ini, Lisa Cook menjadi nama yang dipertaruhkan dalam debat yang lebih besar. Bukan sekadar soal satu kursi. Melainkan siapa yang punya pengaruh akhir atas arah kebijakan moneter Amerika Serikat.
Kenapa pasar ikut menunggu
Bagi pasar global, kabar seperti ini selalu sensitif. Setiap tanda bahwa Gedung Putih ingin menekan bank sentral bisa memicu pertanyaan baru tentang stabilitas kebijakan suku bunga, kredibilitas institusi, dan ruang gerak pejabat The Fed dalam mengambil keputusan tanpa tekanan politik.
Itu sebabnya surat yang dilihat Reuters menjadi penting. Ia bukan pernyataan biasa. Ia sinyal bahwa pertarungan lama antara Trump dan The Fed masih berlanjut, dan kemungkinan benturan hukum baru belum tertutup.
Reuters melaporkan surat itu datang dari Gedung Putih pada pekan ini, sementara Bloomberg dan MarketWatch sama-sama mengaitkannya dengan upaya Trump menghidupkan kembali langkah pemecatan setelah blokir Mahkamah Agung pada Juni. Dari sini, yang akan ditunggu berikutnya adalah respons Cook dan langkah hukum yang mungkin menyusul.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.