Minggu, 9 Agustus 2026 WIB
BREAKING
POLITIK PEMERINTAHAN

Lanjutkan Safari Kebangsaan, AMY Bakal Kunjungi Sumsel Buat Dengar Aspirasi Warga

Lanjutkan Safari Kebangsaan, AMY Bakal Kunjungi Sumsel Buat Dengar Aspirasi
Lanjutkan Safari Kebangsaan, AMY Bakal Kunjungi Sumsel Buat Dengar Aspirasi

Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Almuzzammil Yusuf, kembali turun gunung. Kali ini Sumatra Selatan menjadi tujuannya. Dia dijadwalkan menyambangi provinsi tersebut selama dua hari, mulai 9 hingga 10 Agustus, dengan agenda utama mendengar langsung keluh kesah masyarakat di akar rumput.

Safari kebangsaan ini bukan sekadar urusan internal partai, melainkan upaya PKS untuk menjemput aspirasi warga dari tanah Sriwijaya secara langsung.

Langkah ini terasa nyata. Bukan cuma soal angka elektoral atau suara, tapi soal kehadiran fisik figur pimpinan pusat di tengah konstituen. Juru Bicara Muda PKS, Rangga Kusumo, menegaskan bahwa kunjungan ke Sumatra Selatan membawa misi krusial. Mereka ingin membangun kolaborasi yang lebih cair dari tingkat daerah hingga pusat.

Jejak ke-30 di Bumi Sriwijaya

Bagi jajaran pengurus pusat partai berlogo oranye ini, Sumatra Selatan punya tempat spesial. Statistik mencatat, provinsi ini menjadi titik ke-30 yang didatangi Almuzzammil Yusuf dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Sebuah perjalanan maraton politik yang cukup menguras energi, namun dianggap perlu untuk memetakan dinamika tiap daerah secara presisi.

Rangga Kusumo mengungkapkan alasan di balik pemilihan lokasi tersebut saat berbincang dengan awak media, Sabtu (8/8). Bumi Sriwijaya bukan sembarang tempat. Wilayah ini punya sejarah peradaban besar yang pernah menaungi Nusantara. Ada garis napas kejayaan masa lalu yang ingin diresapi oleh pimpinan partai dalam agenda kali ini.

Tak hanya bicara soal sejarah. Sumatra Selatan di mata petinggi PKS adalah cerminan daerah dengan nilai religius yang kental. Warisan budaya di sana pun sangat terjaga. Semangat kebersamaan antarwarga menjadi poin tambah yang membuat wilayah ini layak menjadi sasaran utama dalam rangkaian safari kebangsaan tersebut.

PKS sadar betul, politik tak bisa hanya dimainkan di ruang berpendingin ruangan di Jakarta. Mereka harus mencium bau tanah dan mendengar debu jalanan. Oleh sebab itu, agenda di Sumsel dirancang tidak kaku. Mereka sengaja menghindari format rapat tertutup yang membosankan dan menggantinya dengan ruang dialog yang lebih inklusif.

Halaman:12Semua Halaman

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda