Senin, 10 Agustus 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Komisi X DPR Desak Transparansi Pengusutan Kasus Senjata di Sekolah

Komisi X DPR Desak Transparansi Pengusutan Kasus Senjata di Sekolah
Komisi X DPR Desak Transparansi Pengusutan Kasus Senjata di Sekolah

JAKARTA — Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian meminta pengususan kasus temuan senjata api dan barang lain di sebuah sekolah swasta Pondok Pinang, Jakarta Selatan, dilakukan secara profesional dan transparan. Keselamatan peserta didik harus tetap menjadi prioritas utama dalam setiap langkah investigasi.

Temuan berbagai barang yang diduga senjata api di lingkungan sekolah itu dinilai sangat serius.

“Kami memandang temuan berbagai barang, baik yang diduga berupa senjata api maupun barang lain di lingkungan salah satu sekolah di Jakarta Selatan merupakan persoalan yang sangat serius dan harus diusut secara menyeluruh, profesional, serta transparan oleh aparat penegak hukum,” ujar Hetifah dalam keterangan tertulis, Jumat (7/8/2026).

Lingkungan sekolah haruslah ruang belajar yang aman dan kondusif. Namun demikian, seluruh pihak juga diminta mengedepankan asas praduga tak bersalah hingga proses penyelidikan aparat penegak hukum menghasilkan kesimpulan berdasarkan fakta dan alat bukti yang kuat.

Hetifah menekankan pentingnya menunggu hasil investigasi lengkap sebelum menarik kesimpulan. “Seluruh pihak juga harus mengedepankan asas praduga tak bersalah dan menunggu hasil penyelidikan, agar status setiap barang yang ditemukan maupun pihak yang bertanggung jawab atas barang-barang tersebut dapat dipastikan berdasarkan fakta dan alat bukti,” katanya.

Belum Ada Penjelasan Resmi dari Aparat

Hingga saat ini, Komisi X DPR RI belum menerima penjelasan resmi dari aparat penegak hukum maupun Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terkait perkembangan kasus tersebut. Meski demikian, komisi mendorong Kemendikdasmen untuk berkoordinasi secara intensif dengan kepolisian guna memastikan proses pembelajaran di sekolah tetap berjalan tanpa gangguan.

Selain koordinasi antar-lembaga, evaluasi terhadap tata kelola aset, pengawasan, dan sistem keamanan di satuan pendidikan juga dinilai perlu dilakukan segera. Langkah preventif ini dianggap penting untuk mencegah insiden serupa di sekolah-sekolah lain.

Jangan Generalisasi Kasus Spesifik

Hetifah mengingatkan agar kasus tersebut tidak digeneralisasi sebagai gambaran kondisi sekolah maupun dunia pendidikan Indonesia secara keseluruhan. Peristiwa ini harus dipandang sebagai dugaan kejadian yang bersifat spesifik dengan konteks dan faktor uniknya sendiri.

“Kami juga menegaskan bahwa kasus ini harus dipandang sebagai dugaan peristiwa yang bersifat spesifik, dan jangan digeneralisasi sebagai gambaran kondisi sekolah maupun dunia pendidikan Indonesia secara keseluruhan,” ucap ketua komisi pendidikan tersebut.

Justru, peristiwa ini bisa menjadi momentum untuk memperkuat sistem keamanan dan tata kelola di seluruh satuan pendidikan. Dengan upaya penguatan itu, sekolah dapat terus berfungsi sebagai ruang yang aman, nyaman, serta berorientasi pada tumbuh kembang dan perlindungan peserta didik.

“Justru, peristiwa ini harus menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola, pengawasan, dan sistem keamanan di lingkungan satuan pendidikan, sehingga sekolah tetap menjadi ruang yang aman, nyaman, dan sepenuhnya berorientasi pada tumbuh kembang serta perlindungan bagi peserta didik,” pungkas Hetifah.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Cek Penerima Bansos PKH & BPNT Kemensos 10 Agustus 2026: Cara Cek NIK KTP Online