Senin, 10 Agustus 2026 WIB
BREAKING
HUKUM KRIMINAL

Penyebab Kebakaran Pelabuhan Karangsong: Percikan Pompa Solar

Suasana pasca kebakaran di kawasan Pelabuhan Perikanan Karangsong, Indramayu
Petugas kepolisian melakukan olah TKP di lokasi kebakaran Pelabuhan Karangsong, Indramayu. (Ilustrasi: AI)

INDRAMAYU — Kepolisian Resor Indramayu mengungkap pemicu kebakaran hebat yang melanda kawasan Pelabuhan Perikanan Karangsong pada Kamis (6/8/2026). Insiden yang sempat memicu kepulan asap hitam pekat tersebut dipastikan berasal dari percikan api saat proses pengisian bahan bakar minyak berlangsung.

Peristiwa ini bermula sekitar pukul 14.15 WIB ketika petugas tengah memindahkan solar dari mobil tangki milik PT PBP menuju tangki penampungan di area galangan. Berdasarkan penyelidikan awal, muncul percikan api dari mesin pompa celup yang digunakan dalam proses transfer bahan bakar tersebut.

Kepala Satpolairud Polres Indramayu, AKP Asep Suryan, menjelaskan bahwa percikan dari pompa tersebut dengan cepat menyambar bahan bakar di dalam toren. Api segera merambat ke tangki penampungan lain sebelum akhirnya menjalar ke dermaga yang dipenuhi kapal nelayan serta perlengkapan pendukung lainnya.

Detail Dampak Kerusakan

Api dengan cepat membakar tiga kapal nelayan yang sedang bersandar berdampingan di dermaga, yakni KM Sari Mulya WK, KM Mandala, dan KM Nurhidayah. Beruntung, KM Bintang Samudra Qween yang menjadi target pengisian BBM selamat dari kobaran api karena posisinya terlindungi kapal lain.

Selain tiga kapal tersebut, kerugian material mencakup satu unit mobil Toyota Fortuner, dua sepeda motor milik anak buah kapal (ABK), lima tumpukan jaring nelayan, serta sebuah warung semipermanen milik warga. Kasi Humas Polres Indramayu, AKP Tarno, menambahkan bahwa pihaknya telah mengamankan lokasi untuk kebutuhan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kejadian ini menciptakan asap pekat yang membumbung tinggi hingga terlihat dari jarak lebih dari tiga kilometer. Kondisi cuaca di sekitar pelabuhan bahkan sempat berubah gelap tertutup asap, yang juga menyulitkan petugas dalam upaya memadamkan api secara cepat. Meski kerusakan fisik cukup parah, kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Estimasi Kerugian

Pihak kepolisian memperkirakan total kerugian materiil akibat kebakaran ini mencapai sekitar Rp6,6 miliar. Sebagian badan kapal nelayan berhasil diselamatkan setelah petugas gabungan dari Polsek Indramayu dan Tim Inafis Polres Indramayu berhasil mengendalikan kobaran api agar tidak merembet ke lebih banyak area dermaga.

Penyelidikan saat ini terus berjalan dengan pemeriksaan saksi-saksi di lokasi guna memastikan kronologi detail operasional pengisian BBM tersebut. Aparat juga telah mengamankan barang bukti terkait untuk melengkapi berkas penyelidikan lebih lanjut terkait insiden tersebut.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda