Selasa, 6 Oktober 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Rantai Pasok Industri Buka Jalan UMKM Maluku Utara Naik Kelas dan Serap Tenaga Kerja

Rantai pasok industri memasok kebutuhan pangan kawasan IWIP
Kebutuhan pangan kawasan IWIP membuka peluang bagi pemasok lokal di Maluku Utara. (Ilustrasi: AI)

MALUKU UTARA — Kebutuhan pangan kawasan industri membuka pasar baru bagi usaha lokal. Di Maluku Utara, CV Satu Tiga Berjaya berkembang dari penjual ayam beku menjadi pemasok beragam bahan pangan untuk operasional kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP).

Peluang itu mulai dijajaki pemilik usaha, Suhendra, pada 2021, saat IWIP mencari pemasok bahan pangan. Perkembangan tersebut memperlihatkan bagaimana rantai pasok industri dapat membantu UMKM memperluas pasar, meningkatkan kapasitas produksi, dan membuka kesempatan kerja.

Rantai pasok industri menjadi pasar baru UMKM

Suhendra memulai usahanya secara kecil-kecilan dengan menjual ayam beku atau frozen food secara mandiri. Sebelum membangun kembali bisnisnya, ia sempat mengalami kebangkrutan pada 2018. Ia lalu merintis usaha lagi dan menyesuaikan produk dengan kebutuhan pasar.

Kesempatan bekerja sama dengan kawasan industri datang ketika IWIP membutuhkan pemasok untuk mendukung operasionalnya. Suhendra menawarkan produk yang dimiliki, kemudian mendirikan CV Satu Tiga Berjaya dan menjadi mitra kawasan.

“Tahun 2021, saat IWIP sedang membutuhkan pemasok bahan pangan untuk operasional kawasan, saya mendapat kesempatan untuk menawarkan produk yang kami miliki. Dari situlah kemudian saya mendirikan CV Satu Tiga Berjaya dan menjadi mitra industri,” kata Suhendra dalam keterangannya, Senin, 5 Oktober 2026.

Jenis barang yang dipasok pun bertambah. Jika semula usahanya berfokus pada ayam beku, kini CV Satu Tiga Berjaya menyediakan makanan beku, daging, hingga makanan laut atau seafood.

Perubahan itu menggambarkan jalur pertumbuhan yang terbuka ketika usaha kecil mendapat akses ke kebutuhan pengadaan industri. Permintaan dari kawasan dapat menjadi kesempatan memperluas pelanggan dan ragam produk, selama pemasok mampu menjaga mutu barang serta pelayanan.

Peluang usaha bergantung pada kesiapan pemasok

General Manager External Relations Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Yudhi Santoso, mengatakan pertumbuhan kawasan industri dapat berjalan beriringan dengan perkembangan ekosistem UMKM lokal.

Pernyataan itu menempatkan pelaku usaha lokal sebagai bagian dari kegiatan ekonomi di sekitar kawasan. Industri membutuhkan barang dan jasa untuk beroperasi, sedangkan UMKM berpeluang memenuhi sebagian kebutuhan tersebut. Hubungan pemasok dan pembeli ini dapat membantu usaha lokal memperoleh pasar yang lebih luas.

Dampaknya terasa pada kegiatan usaha sehari-hari. Ketika pesanan meningkat, pemasok perlu mengelola persediaan, kapasitas produksi, dan pelayanan agar sesuai dengan kebutuhan mitra. Perluasan kegiatan usaha juga dapat menciptakan kebutuhan tenaga kerja baru, sebagaimana peluang kerja yang disebut dalam perkembangan UMKM di Maluku Utara.

Namun, masuknya permintaan industri tidak serta-merta menjamin usaha langsung tumbuh. Pengalaman Suhendra menunjukkan bisnisnya berkembang setelah ia menyesuaikan penawaran dengan kebutuhan pasar dan memperluas jenis pangan yang disediakan. Kualitas produk dan layanan menjadi bagian penting dalam menjaga hubungan dengan mitra.

Bagi UMKM, rantai pasok kawasan industri menawarkan jalur untuk beranjak dari penjualan skala kecil menuju pemasokan dengan kebutuhan yang lebih beragam. Bagi kawasan, keterlibatan pemasok setempat menghubungkan aktivitas industri dengan usaha yang tumbuh di wilayah Maluku Utara. Kisah CV Satu Tiga Berjaya bermula dari penjualan ayam beku secara mandiri.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair