Selasa, 11 Agustus 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Apa Misteri dalam Penunjukkan Mohsen Rezaei sebagai Dewan Keamanan Iran?

Apa Misteri dalam Penunjukkan Mohsen Rezaei sebagai Dewan Keamanan Iran?
Apa Misteri dalam Penunjukkan Mohsen Rezaei sebagai Dewan Keamanan Iran?

Kenapa kursi ini penting

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran bukan badan kecil. Lembaga ini menjadi pengambil keputusan tertinggi terkait keamanan nasional dan kebijakan luar negeri Teheran. Di dalamnya duduk Presiden Iran, para komandan militer tertinggi, serta pimpinan lembaga peradilan.

Artinya, orang yang memegang posisi sekretaris badan ini berada dekat dengan pusat keputusan paling sensitif di Iran. Dari keamanan dalam negeri sampai arah diplomasi, kursi ini punya bobot politik yang besar.

Sumber pembanding, termasuk The Straits Times dan AFP, menyebut tidak ada alasan resmi yang dijelaskan atas pergeseran itu. The New York Times juga membaca penunjukan ini sebagai sinyal konsolidasi kekuasaan di tubuh establishment Iran.

Tak heran jika pergantian ini dibaca luas sebagai manuver yang bisa memengaruhi cara Iran menyusun sikap di tengah tekanan militer dan diplomatik yang terus berubah.

Dampaknya bagi arah kebijakan Iran

Bagi publik dan pengamat kawasan, dampak langsung dari penunjukkan Mohsen Rezaei ada pada pembacaan terhadap langkah Iran berikutnya. Saat posisi strategis diisi figur militer yang lama berkecimpung di IRGC, pasar dan diplomasi regional cenderung membaca Teheran sebagai semakin percaya diri pada jalur keras.

Itu berarti setiap pernyataan pejabat Iran, setiap sinyal negosiasi, dan setiap perubahan kecil di jajaran elite akan dibaca lebih tajam. Soalnya, badan ini ikut menentukan bagaimana Iran merespons ancaman, perang, dan hubungan dengan lawan-lawannya.

Dalam laporan Straits Times, perubahan kursi sekretaris ini juga muncul berdekatan dengan pembicaraan Iran dan Oman soal jalur pelayaran baru di Selat Hormuz. Urusan itu sensitif, karena jalur itu berkaitan langsung dengan perang lima bulan dan syarat-syarat yang menyertainya, termasuk kompensasi dari Amerika Serikat dan penghentian ancaman.

Di saat seperti ini, satu kursi bisa berarti banyak. Dan untuk Iran, kursi itu kini dipegang Mohsen Rezaei.

Pengumuman penunjukkan itu disampaikan kantor kepresidenan Iran pada Minggu, 9 Agustus 2026 waktu setempat, setelah pengunduran diri Zolghadr dari jabatan sekretaris dewan tersebut.

Halaman:12Semua Halaman

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda