Selasa, 11 Agustus 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Biaya Charging Mobil Listrik vs Bensin: Lebih Hemat Mana di 2026?

Biaya Charging Mobil Listrik vs Bensin
Biaya Charging Mobil Listrik vs Bensin: Lebih Hemat Mana di 2026?. Credit: Dok. JournalArta

JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Biaya operasional kerap jadi pertimbangan utama saat memilih kendaraan. Banyak yang beralih ke mobil listrik dengan harapan lebih hemat. Namun, seberapa signifikan penghematan ini jika dibandingkan dengan mobil berbahan bakar bensin?

Perbandingan biaya charging mobil listrik dengan bensin pada Agustus 2026 menunjukkan perbedaan yang mencolok. Hasil simulasi berdasarkan tarif PLN dan harga BBM terbaru mengungkap fakta menarik tentang efisiensi kendaraan listrik.

Asumsi Perhitungan Biaya 2026

Untuk memastikan perbandingan yang adil, perhitungan ini menggunakan data konsumsi dan tarif umum di Indonesia. Mobil listrik diwakili model seperti BYD Dolphin atau Wuling BinguoEV, sementara mobil bensin diwakili Toyota Avanza atau Honda HR-V.

Kategori Mobil Listrik Mobil Bensin
Model Acuan BYD Dolphin / Wuling BinguoEV Toyota Avanza / Honda HR-V
Konsumsi 15 kWh / 100 km 1:12 km per liter
Tarif Listrik (Rumah) Rp1.699/kWh (2200VA)
Tarif SPKLU Rp2.466/kWh
Harga Pertalite Rp10.000/L
Harga Pertamax Rp12.500/L

Perlu dicatat, tarif listrik rumah sebesar Rp1.699/kWh berlaku untuk daya 2200VA, sedangkan tarif rata-rata SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) mengacu pada regulasi PLN sebesar Rp2.466/kWh.

Hitungan Biaya per 100 KM

Berikut adalah hasil simulasi biaya yang dibutuhkan untuk menempuh jarak 100 kilometer:

  • Charging di Rumah: Dengan kebutuhan 15 kWh, biaya yang dikeluarkan adalah 15 kWh x Rp1.699 = Rp25.485. Artinya, biaya per kilometer hanya Rp255.
  • Charging di SPKLU: Untuk 15 kWh, biaya yang harus dibayar adalah 15 kWh x Rp2.466 = Rp36.990. Biaya per kilometer mencapai Rp370.
  • Pakai Bensin Pertalite: Dengan konsumsi 8,3 liter untuk 100 km, total biaya adalah 8,3 Liter x Rp10.000 = Rp83.000. Biaya per kilometer Rp830.
  • Pakai Bensin Pertamax: Untuk 8,3 liter, biaya mencapai 8,3 Liter x Rp12.500 = Rp103.750. Ini setara dengan Rp1.038 per kilometer.

Simulasi Biaya 1 Bulan (1.000 KM)

Jika diasumsikan penggunaan mobil menempuh jarak 1.000 kilometer dalam sebulan, seperti untuk kebutuhan pulang-pergi kerja, perbandingannya akan semakin jelas:

Jenis Biaya 1.000 KM Hemat vs Pertalite
Listrik Rumah Rp255.000 Hemat Rp575.000
SPKLU Rp370.000 Hemat Rp460.000
Pertalite Rp830.000
Pertamax Rp1.038.000 Lebih mahal Rp208.000

Dari data tersebut, penggunaan mobil listrik dengan charging di rumah dapat menghemat hingga tiga kali lipat dibandingkan dengan mobil bensin Pertalite.

Kelebihan Biaya Lain Mobil Listrik

Efisiensi mobil listrik tidak hanya sebatas biaya “bahan bakar”. Ada beberapa faktor lain yang turut berkontribusi pada penghematan:

  1. Tidak Ada Ganti Oli: Pemilik mobil listrik dapat menghemat sekitar Rp500 ribu hingga Rp1 juta per tahun karena tidak ada kebutuhan ganti oli mesin.
  2. Perawatan Lebih Sedikit: Mobil listrik memiliki komponen bergerak lebih sedikit. Tidak ada busi, filter bensin, atau timing belt yang perlu diganti secara berkala, mengurangi biaya perawatan.
  3. Diskon Listrik Malam: PLN juga menawarkan diskon 30% untuk pengisian daya di SPKLU tertentu pada pukul 22.00 hingga 05.00 WIB, memberikan potensi penghematan tambahan.

Kekurangan Biaya Mobil Listrik

Meskipun unggul dalam efisiensi operasional, mobil listrik juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu dipertimbangkan:

  1. Harga Awal Lebih Mahal: Harga beli mobil listrik umumnya masih lebih tinggi dibandingkan mobil bensin dengan selisih bisa mencapai Rp100 juta hingga Rp300 juta.
  2. Ganti Baterai: Baterai mobil listrik perlu diganti sekitar setiap 8 tahun. Biayanya berkisar antara Rp50 juta hingga Rp150 juta. Namun, banyak produsen menawarkan garansi baterai selama 8 tahun, mengurangi kekhawatiran ini.
  3. Waktu Charging: Durasi pengisian daya mobil listrik bervariasi antara 30 menit hingga 8 jam, tergantung jenis charger dan kapasitas baterai. Ini memerlukan perencanaan lebih matang.

Kesimpulan: Lebih Hemat Mana?

Secara operasional, mobil listrik jelas jauh lebih hemat. Dengan biaya charging di rumah sebesar Rp255/km dibandingkan Pertalite Rp830/km, penghematan yang bisa dicapai sangat signifikan.

Dalam jangka waktu lima tahun, seorang pengguna mobil listrik berpotensi menghemat Rp30 juta hingga Rp40 juta hanya dari biaya energi. Namun, keputusan untuk beralih ke mobil listrik tetap bergantung pada anggaran awal dan kebutuhan individu. Bagi mereka yang sering menempuh jarak jauh dan menggunakan jalan tol, ketersediaan SPKLU di rute perjalanan menjadi faktor penting.

Disclaimer: Perhitungan berdasarkan tarif Agustus 2026. Harga BBM dan listrik dapat berubah sesuai kebijakan pemerintah.

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair