JAKARTA — Peringatan soal mainan squishy palsu datang setelah video viral memperlihatkan toys tersebut dipanaskan di microwave hingga mengembang, berubah tekstur, bahkan meledak. Komisi Keamanan Produk Konsumen Amerika Serikat atau CPSC pada 5 Agustus mengingatkan orang tua agar waspada, karena tren itu disebut berbahaya bagi anak dan remaja.
Mainan yang kerap menyerupai karakter populer, hewan, atau makanan itu dijual lewat toko diskon, media sosial, dan berbagai peritel daring. Masalahnya, tidak semua produk punya standar keamanan yang sama. Sebagian versi palsu disebut tidak memenuhi syarat keselamatan federal untuk mainan anak.
Video viral dan risiko mainan squishy palsu
Dalam peringatan resminya, CPSC menegaskan bahwa kebiasaan memanaskan mainan squishy di microwave untuk melihatnya mengembang tidak boleh ditiru. Komisi itu menyebut tren tersebut “dangerous and should never be attempted or imitated.”
Risikonya bukan cuma mainan rusak. Sejumlah squishy toy berisi water beads, gel, cairan, bubuk, atau pasir. Saat pecah, isi di dalamnya bisa keluar dan mengenai kulit, mata, atau masuk ke bagian tubuh anak. CPSC juga mengingatkan bahwa water beads dapat mengembang setelah tertelan dan memicu sumbatan usus, tersedak, aspirasi, atau cedera bila dimasukkan ke hidung atau telinga.
Kalimat pendeknya begini. Jangan dicoba.
Peringatan ini punya bobot besar karena mainan squishy sering dipasarkan sebagai benda lucu dan aman untuk dimainkan. Padahal, jika produk palsu dibuat tanpa uji yang memadai, isi di dalamnya bisa membawa risiko paparan bahan kimia, bahaya inhalasi, atau tertelan.
CPSC menyebut sebagian mainan palsu juga bisa robek saat digunakan, lalu melepaskan material berbahaya, atau mengandung timbal, phthalates terlarang, serta bahan kimia lain dalam kadar berlebihan.
Dampak langsung bagi orang tua dan pasar
Bagi keluarga, imbauan ini berarti satu hal: tidak semua mainan yang tampak menggemaskan layak dibeli hanya karena murah.
CPSC mengingatkan orang tua dan pengasuh untuk membeli dari peritel tepercaya, waspada pada harga yang terlalu rendah, memeriksa kemasan untuk ejaan yang salah, info produsen yang hilang, atau tidak adanya peringatan keselamatan. Mainan yang sudah rusak juga diminta dijauhkan dari anak.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.