Selasa, 11 Agustus 2026 WIB
BREAKING
LIFESTYLE

Mainan squishy palsu berbahaya, CPSC beri peringatan

Mainan squishy palsu berbahaya, CPSC beri peringatan
Mainan squishy palsu berbahaya, CPSC beri peringatan

Di pasar, peringatan ini menyorot jalur masuk barang tanpa standar yang jelas. CPSC mengatakan mereka telah mengidentifikasi 55 pengiriman mainan berbahaya di pelabuhan Amerika Serikat dan bekerja sama dengan U.S. Customs and Border Protection untuk mencegah 355.683 unit masuk ke negara itu. Angka ini menunjukkan upaya pengetatan di pintu masuk, bukan sekadar imbauan di media sosial.

Untuk pembaca di Indonesia, isu ini relevan karena pola belanja mainan murah di platform daring juga sangat akrab. Nama produk bisa berbeda, tapi polanya mirip: barang terlihat menarik, harganya menggoda, dan asal-usulnya tidak selalu jelas. Di titik ini, kemasan dan identitas produsen menjadi garis pertahanan pertama. Bila itu kabur, risiko ikut naik.

Kasus yang disebut CPSC juga mengingatkan bahwa tren viral kadang bergerak lebih cepat daripada akal sehat. Pada Januari, seorang anak laki-laki berusia 9 tahun di Plainfield, Illinois, mengalami luka bakar di wajah dan tangan setelah memanaskan mainan NeeDoh di microwave.

Mainan itu meledak dan menyiramkannya dengan cairan panas, menurut laporan New York Times. Anak itu dibawa ke ruang gawat darurat, lalu dipindahkan ke pusat luka bakar dan dirawat untuk luka bakar derajat dua.

Langkah darurat jika anak terluka

CPSC juga memberi panduan bila luka bakar terjadi. Area yang terdampak harus segera dialiri air dingin mengalir selama setidaknya 20 menit. Mencuci perlahan dengan sabun lembut dan air juga membantu membersihkan sisa material yang menempel.

Bila lukanya berat, melibatkan anak kecil, atau muncul tanda infeksi setelah kejadian, bantuan medis perlu segera dicari. Dari peringatan itu, pesan utamanya jelas: mainan yang viral belum tentu aman, dan mainan palsu bisa membawa risiko yang jauh lebih serius daripada sekadar rusak atau meleleh di microwave.

“Water beads can expand after being swallowed and cause intestinal blockages, choking, aspiration, or injuries when inserted into the nose or ear. Other unknown filling materials may present chemical exposure, inhalation, or ingestion hazards,” kata CPSC.

Halaman:12Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kalender Jawa Hari Ini 11 Agustus 2026: Weton, Pasaran, Neptu & Karakter Karir