Rabu, 12 Agustus 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Investor Saham Tembus 35 Juta Orang, Pergerakan Bursa Makin Pengaruhi Ekonomi RI

Investor Saham Tembus 35 Juta Orang, Pergerakan Bursa Makin Pengaruhi Ekonomi RI
Pertumbuhan jumlah investor di pasar modal berdampak pada pergerakan ekonomi nasional

JAKARTA — Pertumbuhan jumlah investor ritel di Indonesia mencatatkan rekor baru dengan menembus angka 35 juta orang. Lonjakan partisipasi masyarakat dalam pasar modal ini mengubah peta kekuatan ekonomi nasional, di mana fluktuasi indeks harga saham kini memiliki dampak langsung yang jauh lebih signifikan dibandingkan dekade sebelumnya.

Pergeseran Peran Pasar Modal

Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BCA), David Sumual, mengungkapkan bahwa jumlah investor saat ini meningkat sekitar 30 persen jika dibandingkan dengan posisi tahun lalu. Angka 35 juta investor tersebut memberikan kontras tajam saat dibandingkan dengan kondisi era 2000-an, ketika total pelaku pasar saham masih di bawah 500 ribu orang.

Saat jumlah pelaku pasar masih terbatas, gejolak bursa tidak memberikan pengaruh berarti bagi ekonomi makro.

Namun, David menegaskan dalam acara Musyawarah Anggota Asosiasi Emiten Indonesia 2026 pada Selasa (11/8), bahwa besarnya basis investor saat ini membuat pergerakan bursa menjadi cerminan daya beli masyarakat. “Peran dari investor retail makin besar.

Sekarang 35 juta…berarti naik sekitar 30% sejak tahun lalu. Dan artinya kalau bursa naik atau bursa turun, itu akan sangat mempengaruhi ke ekonomi,” ujar David.

Mekanisme Pasar pada Konsumsi

Dampak bursa terhadap ekonomi terjadi melalui mekanisme persepsi kekayaan masyarakat. Ketika pasar saham menguat, investor cenderung merasa lebih sejahtera dan memiliki kepercayaan diri lebih tinggi untuk meningkatkan konsumsi. Fenomena ini membuat belanja barang serta jasa meningkat selaras dengan kenaikan indeks bursa.

David menyoroti bahwa aksi taking profit oleh investor turut memegang peranan kunci. Dana hasil keuntungan investasi yang direalisasikan sering kali mengalir kembali ke sektor riil melalui aktivitas konsumsi rumah tangga. Sebaliknya, saat pasar berada dalam tekanan, investor yang terpaksa melakukan cut loss dapat memengaruhi pola pengeluaran yang tecermin pada pergerakan indeks transaksi belanja.

Indikator Pemulihan Belanja

Data internal BCA mengonfirmasi bahwa konsumsi masyarakat menunjukkan tren pemulihan yang cukup solid. Berdasarkan catatan indeks transaksi belanja BCA, angka konsumsi tumbuh sekitar 9 persen pada Juni. Segmen masyarakat kelas menengah ke atas dinilai menjadi kelompok yang paling resilien dalam menjaga roda konsumsi tetap berputar.

Selain konsumsi secara umum, sektor otomotif juga menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Penjualan mobil penumpang tercatat naik hingga 27 persen pada bulan Juni, setelah sempat melambat pada Mei.

Sinergi antara sentimen pasar modal dan performa belanja masyarakat ini akan terus dipantau, mengingat ketergantungan ekonomi domestik terhadap pergerakan bursa kini semakin erat seiring bertambahnya jumlah investor aktif di tanah air.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair