WASHINGTON, JOURNALARTA.COM – USS Abraham Lincoln CVN-72 menjadi salah satu kapal induk bertenaga nuklir paling tangguh milik Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy). Dinamai dari Presiden AS ke-16, Abraham Lincoln, kapal ini sering disebut sebagai “penjaga perdamaian” berkat kemampuannya membawa ratusan pesawat tempur.
Sebagai bagian dari kelas Nimitz, USS Abraham Lincoln bukan sekadar alat tempur, melainkan simbol proyeksi kekuatan militer AS di seluruh dunia. Kehadirannya di berbagai kawasan strategis, terutama Indo-Pasifik, menegaskan peran vitalnya dalam menjaga kepentingan geopolitik AS dan sekutunya.
Profil dan Spesifikasi USS Abraham Lincoln CVN-72
USS Abraham Lincoln CVN-72 dibangun di Newport News Shipbuilding, Virginia. Kapal ini diluncurkan pada 13 Februari 1988 dan resmi aktif pada 11 November 1989. Dengan motto “Shall Not Perish”, kapal induk ini dirancang untuk operasional jangka panjang dan memiliki jangkauan tak terbatas berkat tenaga nuklirnya.
Berikut rincian spesifikasi USS Abraham Lincoln CVN-72:
| Spesifikasi | Detail |
|---|---|
| Nama | USS Abraham Lincoln CVN-72 |
| Kelas | Nimitz Class |
| Tipe | Kapal Induk Nuklir |
| Dibangun | Newport News Shipbuilding, Virginia |
| Diluncurkan | 13 Februari 1988 |
| Mulai Aktif | 11 November 1989 |
| Panjang | 332,8 meter |
| Lebar | 76,8 meter |
| Bobot | ~100.000 ton saat muat penuh |
| Tenaga | 2 Reaktor Nuklir A4W + 4 Turbin |
| Kecepatan | 30+ knot / 56 km/jam |
| Jangkauan | Tak terbatas, 20-25 tahun tanpa isi ulang bahan bakar nuklir |
| Awak Kapal | ~3.200 awak + 2.480 kru udara |
| Pesawat | 60-70 pesawat & helikopter (F/A-18, F-35C, E-2D, EA-18G) |
| Motto | “Shall Not Perish” |
Sejarah Singkat Operasional CVN-72
Sejak diluncurkan pada 1988 oleh Ibu Negara Nancy Reagan, USS Abraham Lincoln telah menjalani serangkaian misi penting. Misi pertamanya terjadi pada 1991, dikirim ke Teluk Persia dalam Operasi Desert Storm. Kapal ini juga menjadi saksi sejarah pada 2003, ketika Presiden George W. Bush menyampaikan pidato “Mission Accomplished” dari dek kapal ini setelah misi di Irak.
Antara 2013-2017, kapal ini menjalani Refueling and Complex Overhaul (RCOH) selama empat tahun. Selama periode ini, reaktor nuklir kapal diisi ulang dan seluruh sistemnya di-upgrade untuk memastikan kesiapan tempur jangka panjang. Pada 2026, USS Abraham Lincoln masih aktif di Armada Pasifik, dengan homebase di San Diego, California.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.