Rabu, 12 Agustus 2026 WIB
BREAKING
AMERIKA

Mengenal USS Abraham Lincoln CVN-72, Kapal Induk Nuklir Kebanggaan AS

USS Abraham Lincoln CVN-72
Mengenal USS Abraham Lincoln CVN-72, Kapal Induk Nuklir Kebanggaan AS. Credit: Dok. JournalArta

WASHINGTON, JOURNALARTA.COM – USS Abraham Lincoln CVN-72 menjadi salah satu kapal induk bertenaga nuklir paling tangguh milik Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy). Dinamai dari Presiden AS ke-16, Abraham Lincoln, kapal ini sering disebut sebagai “penjaga perdamaian” berkat kemampuannya membawa ratusan pesawat tempur.

Sebagai bagian dari kelas Nimitz, USS Abraham Lincoln bukan sekadar alat tempur, melainkan simbol proyeksi kekuatan militer AS di seluruh dunia. Kehadirannya di berbagai kawasan strategis, terutama Indo-Pasifik, menegaskan peran vitalnya dalam menjaga kepentingan geopolitik AS dan sekutunya.

Profil dan Spesifikasi USS Abraham Lincoln CVN-72

USS Abraham Lincoln CVN-72 dibangun di Newport News Shipbuilding, Virginia. Kapal ini diluncurkan pada 13 Februari 1988 dan resmi aktif pada 11 November 1989. Dengan motto “Shall Not Perish”, kapal induk ini dirancang untuk operasional jangka panjang dan memiliki jangkauan tak terbatas berkat tenaga nuklirnya.

Berikut rincian spesifikasi USS Abraham Lincoln CVN-72:

Spesifikasi Detail
Nama USS Abraham Lincoln CVN-72
Kelas Nimitz Class
Tipe Kapal Induk Nuklir
Dibangun Newport News Shipbuilding, Virginia
Diluncurkan 13 Februari 1988
Mulai Aktif 11 November 1989
Panjang 332,8 meter
Lebar 76,8 meter
Bobot ~100.000 ton saat muat penuh
Tenaga 2 Reaktor Nuklir A4W + 4 Turbin
Kecepatan 30+ knot / 56 km/jam
Jangkauan Tak terbatas, 20-25 tahun tanpa isi ulang bahan bakar nuklir
Awak Kapal ~3.200 awak + 2.480 kru udara
Pesawat 60-70 pesawat & helikopter (F/A-18, F-35C, E-2D, EA-18G)
Motto “Shall Not Perish”

Sejarah Singkat Operasional CVN-72

Sejak diluncurkan pada 1988 oleh Ibu Negara Nancy Reagan, USS Abraham Lincoln telah menjalani serangkaian misi penting. Misi pertamanya terjadi pada 1991, dikirim ke Teluk Persia dalam Operasi Desert Storm. Kapal ini juga menjadi saksi sejarah pada 2003, ketika Presiden George W. Bush menyampaikan pidato “Mission Accomplished” dari dek kapal ini setelah misi di Irak.

Antara 2013-2017, kapal ini menjalani Refueling and Complex Overhaul (RCOH) selama empat tahun. Selama periode ini, reaktor nuklir kapal diisi ulang dan seluruh sistemnya di-upgrade untuk memastikan kesiapan tempur jangka panjang. Pada 2026, USS Abraham Lincoln masih aktif di Armada Pasifik, dengan homebase di San Diego, California.

Kekuatan Utama USS Abraham Lincoln

Kekuatan utama USS Abraham Lincoln berasal dari tiga pilar vital. Pertama, tenaga nuklirnya. Kapal ini bisa berlayar selama 20-25 tahun tanpa perlu isi ulang bahan bakar, memungkinkan penyebaran cepat ke mana saja di dunia tanpa keterbatasan logistik bahan bakar konvensional.

Kedua, sayap udaranya. Satu unit USS Abraham Lincoln setara dengan satu pangkalan udara lengkap. Kapal ini mampu membawa 60-70 pesawat dan helikopter, termasuk jet tempur canggih seperti F-35C Stealth dan F/A-18 Super Hornet, serta pesawat pengintai E-2D dan pesawat peperangan elektronik EA-18G. Kemampuan ini memberikan daya gempur dan pertahanan udara yang superior di wilayah operasionalnya.

Ketiga, sistem pertahanannya. Kapal ini dilengkapi dengan sistem pertahanan berlapis, seperti RIM-116 RAM, RIM-7 Sea Sparrow, dan Phalanx CIWS (Close-In Weapon System) yang dirancang untuk mencegat rudal anti-kapal dan ancaman udara lainnya secara efektif. Ini menjadikannya benteng yang sulit ditembus di laut.

Misi Terbaru di Indo-Pasifik dan Fakta Unik

Sepanjang 2025-2026, CVN-72 aktif beroperasi di kawasan Indo-Pasifik. Misi utamanya mencakup operasi kebebasan navigasi di Laut Cina Selatan, pelaksanaan latihan gabungan dengan sekutu AS seperti Jepang, Korea Selatan, dan Australia, serta penangkalan terhadap ancaman di Timur Tengah dan Asia. Kapal ini sering singgah di pelabuhan strategis seperti Guam, Yokosuka Jepang, dan Singapura.

USS Abraham Lincoln memiliki julukan “Abe” atau “Honest Abe” di kalangan awaknya. Kapal ini juga pernah muncul di beberapa film Hollywood, termasuk Top Gun: Maverick dan Battleship, menunjukkan ikoniknya di mata publik. Biaya pembangunan awalnya sekitar 4,5 miliar dolar AS pada 1989. Jika disesuaikan dengan inflasi saat ini, estimasinya bisa mencapai lebih dari 13 miliar dolar AS.

Dengan seluruh kemampuan dan sejarahnya, USS Abraham Lincoln CVN-72 bukan hanya kapal perang biasa. Ini adalah kota mengapung yang memproyeksikan kekuatan militer dan diplomatik Amerika Serikat di setiap sudut dunia.

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru Hari Ini 12 Agustus 2026: Klaim Pack & Coins Gratis