Minggu, 23 Agustus 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

San Diego FC Tampil Garang, Colorado Rapids Dibungkam 3-0

San Diego FC Tampil Garang, Colorado Rapids Dibungkam 3-0
San Diego FC Tampil Garang, Colorado Rapids Dibungkam 3-0. (Ilustrasi: AI)

San Diego FC menang telak 3-0 atas Colorado Rapids di Snapdragon Stadium, San Diego, California, pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Hasil ini lahir dari dominasi penuh tuan rumah, yang sejak awal memaksa Rapids bermain lebih banyak bertahan.

Onni Valakari membuka jalan kemenangan San Diego dengan gol yang ia rayakan langsung di depan suporter. Setelah itu, tekanan tuan rumah tak mereda. Elias Achouri dan Anders Dreyer berkali-kali mengancam lewat tembakan ke arah gawang, membuat lini belakang Colorado bekerja keras sepanjang laga.

Colorado memang mencoba melawan. Loic Williams dan Kosi Thompson turun aktif memutus alur serangan San Diego. Tapi upaya itu tak cukup rapat. Serangan San Diego terus datang dari berbagai arah, sementara Rapids kesulitan keluar dari tekanan tinggi lawan.

Momen panas sempat muncul saat Aníbal Godoy dijatuhkan di area terlarang dan meluapkan kekecewaan di kotak penalti. Pada fase ini, intensitas pertandingan makin terasa. Colorado mulai terlihat goyah, sedangkan San Diego tetap menjaga tempo dan menekan tanpa memberi banyak ruang.

Kemenangan ini juga punya bobot besar untuk peta klasemen Wilayah Barat. San Diego FC, yang datang setelah kekalahan 1-3 dari Portland Timbers pada Rabu lalu, tetap menjaga peluang ke postseason. Tambahan tiga poin membuat mereka naik ke peringkat 11 dan hanya terpaut satu angka dari zona Wild Card.

Sebelum laga, duel ini memang sudah dipandang panas. Colorado Rapids datang dengan modal tiga kemenangan beruntun dan menempati posisi ketujuh Wilayah Barat dengan 28 poin dari 9 kemenangan, 10 kekalahan, dan 1 imbang. Mereka bahkan membawa tren bagus di kandang sejak awal Agustus, termasuk empat kemenangan beruntun tanpa kebobolan sebelum bertandang ke San Diego.

Pelatih Colorado, Matt Wells, sempat menyoroti perubahan taktik di sektor serang timnya. “Kami melakukan banyak perubahan taktik dalam operasional di sepertiga akhir lapangan,” ujarnya. Ia juga menyebut timnya mulai mendapat lebih banyak peluang di kotak penalti. San Diego tetap membaca ancaman itu dengan baik.

Di sisi lain, San Diego tampil dengan target jelas: memperbaiki hasil setelah kalah dari Portland dan membalas kekalahan 0-1 dari Rapids pada Juli lalu. Mereka berhasil menjawabnya dengan performa kandang yang kuat, sekaligus menjaga tren menang di Snapdragon Stadium. Gol penutup dari Gabriel Pirani pada menit ke-71 memastikan tiga angka tetap tinggal di rumah. Laga berikutnya bakal jadi ujian baru bagi San Diego yang kini makin dekat ke zona playoff.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda