Dewas sendiri punya mandat untuk memelototi operasional KPK, termasuk memastikan bahwa barang yang dihibahkan ke daerah tidak sia-sia.
Gusrizal menegaskan bahwa fokus utama mereka bukan cuma memindahkan aset secara administratif. Ada beban moral untuk memastikan benda sitaan tersebut benar-benar menyentuh kepentingan masyarakat luas. Jika aset tidak produktif, maka sia-sialah usaha penegakan hukum yang dilakukan sebelumnya. Karena itu, evaluasi akan terus dilakukan secara berkala terhadap setiap unit yang sudah dihibahkan.
Di pihak pemerintah kota, Eri sadar betul bahwa menerima hibah bukan perkara mudah. Ada tanggung jawab akuntabilitas yang harus dijaga ketat agar tidak menimbulkan masalah hukum di kemudian hari. Sembilan unit apartemen yang sudah diterima saat ini menjadi fokus berikutnya.
Pemerintah kota sedang mengkaji skema pemanfaatan yang paling pas agar apartemen tersebut bisa memberikan kemanfaatan lebih masif bagi warga Surabaya.
Harapannya, diskusi kali ini bukan cuma formalitas. Ada solusi konkret yang lahir untuk mempercepat proses administratif dan teknis pengelolaan barang rampasan lainnya. Semakin cepat aset-aset tersebut dimanfaatkan, semakin besar manfaat yang bisa dipanen oleh masyarakat kota.
Ke depan, pemkot berjanji terus membuka pintu koordinasi agar setiap jengkal aset rampasan negara di Surabaya punya fungsi sosial yang jelas dan terukur.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.