JAKARTA — Tim debutan Formula 1, Cadillac, membuat langkah mengejutkan dengan memecat kepala tim mereka, Graeme Lowdon. Keputusan ini diambil di tengah performa tim yang belum memetik satu pun poin dalam 11 balapan pertama musim 2026. Kursi kepemimpinan kini resmi diserahkan kepada mantan direktur eksekutif Alpine, Marcin Budkowski.
Pengumuman ini datang secara mendadak pada Rabu (12/8). Lowdon, yang telah memimpin proyek Cadillac sejak Desember 2024, diinformasikan mengenai pemberhentian tersebut hanya beberapa jam sebelum publik mengetahuinya. CEO Cadillac F1, Dan Towriss, menegaskan bahwa ini adalah keputusan sepihak yang diambil demi fase evolusi tim berikutnya.
Transisi Kepemimpinan di Tengah Musim
Langkah Cadillac membawa Budkowski bukanlah tanpa alasan. Sosok insinyur berkebangsaan Polandia-Prancis ini memiliki rekam jejak panjang di ajang balap jet darat, setelah sebelumnya pernah bekerja untuk Ferrari, McLaren, hingga Renault/Alpine. Pengalamannya dianggap krusial untuk memperbaiki performa teknis Cadillac yang sejauh ini masih kesulitan bersaing.
Sejak memulai debutnya di awal musim 2026, Cadillac tercatat sebagai satu-satunya tim di grid yang belum mencetak poin. Kendala reliabilitas menjadi masalah utama, di mana pasangan pembalap Sergio Perez dan Valtteri Bottas telah mengalami total sembilan kali gagal finis. Bahkan, dalam tujuh balapan terakhir, tim hanya mampu membawa kedua mobil melintasi garis finis sebanyak satu kali.
Towriss mengakui bahwa proses transisi ini sengaja dirahasiakan untuk menghindari ketidakstabilan di dalam tim. Ia menyebut bahwa mendiskusikan penggantian pemimpin saat ia masih menjabat dapat memicu desas-desus yang merusak ritme kerja organisasi. Meski terasa mendadak, bagi Towriss, ini merupakan langkah yang harus diambil untuk membangun mental juara bagi tim jangka panjang.
Target Ambisius Pasca-Jeda Musim Panas
Tugas berat menanti Budkowski saat musim 2026 berlanjut pasca-jeda musim panas. Balapan perdana yang akan ia pimpin adalah Grand Prix Belanda yang dijadwalkan berlangsung pada 21-23 Agustus mendatang. Fokus utama Budkowski adalah menyelaraskan personel, meningkatkan alur informasi, dan mempercepat pengembangan mobil agar mampu bersaing dalam batasan anggaran (cost cap).
“Tujuan kami sejak awal bukan hanya sekadar berpartisipasi, tetapi membangun tim generasi berikutnya yang mampu bersaing di papan atas,” tegas Towriss. Sementara itu, Budkowski menyatakan kesiapannya untuk membawa Cadillac menjadi organisasi yang lebih tajam, disiplin, dan terobsesi pada detail teknis.
Kepergian Lowdon menandai berakhirnya fase perintis Cadillac. Lowdon merupakan sosok sentral yang mengawal persiapan tim dari nol, mulai dari rekrutmen staf hingga memastikan mobil bisa turun ke lintasan untuk pertama kalinya di Melbourne pada Maret lalu. Manajemen Cadillac menyatakan rasa terima kasih atas fondasi yang telah dibangun oleh pria asal Inggris tersebut selama masa jabatannya.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.