JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Harga saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (IDX: PGEO) ditutup melemah pada perdagangan Kamis, 13 Agustus 2026. Penurunan ini mengakhiri sesi setelah sempat menguat di awal.
Berdasarkan data pasar per pukul 16.13 WIB, saham PGEO anjlok Rp15,00 atau 1,40%, bertengger di level Rp1.055,00 per saham. Saham PGEO sempat dibuka optimistis di Rp1.070,00 dan mencapai puncaknya di Rp1.085,00 sebelum tekanan jual membanjiri pasar.
Rincian Pergerakan Saham PGEO
Penutupan hari ini menandai titik terendah PGEO sepanjang sesi. Setelah sempat menyentuh level tertinggi di Rp1.085 pada sesi pagi, saham terus tertekan pasca jam makan siang. Level penutupan Rp1.055 menjadi harga terendah harian, sekaligus menguji support psikologis.
| Keterangan | Data |
|---|---|
| Harga Penutupan | Rp1.055,00 |
| Perubahan | -Rp15,00 (-1,40%) |
| Open | Rp1.070,00 |
| High | Rp1.085,00 |
| Low | Rp1.055,00 |
| Prev Close | Rp1.070,00 |
| Market Cap | Rp44,20 Triliun |
| P/E Ratio | 16,84 |
| Dividend Yield | 4,69% |
| 52-week Range | Rp770,00 – Rp1.615,00 |
Faktor Pemicu Pelemahan PGEO
Beberapa faktor disinyalir menjadi pemicu pelemahan saham PGEO pada perdagangan hari ini. Salah satunya adalah aksi profit taking yang dilakukan investor setelah saham ini sempat menunjukkan penguatan dalam beberapa hari terakhir. Area harga Rp1.070 hingga Rp1.085 menjadi target investor untuk merealisasikan keuntungan.
Selain itu, sentimen dari sektor energi secara keseluruhan juga turut mempengaruhi. Stabilitas harga komoditas energi global membuat daya tarik saham-saham energi, termasuk energi terbarukan seperti PGEO, sedikit berkurang di mata investor jangka pendek. Meski demikian, kinerja fundamental PGEO masih terbilang positif. Pada Kuartal II 2026, PGEO membukukan pendapatan sebesar Rp118,47 juta, meningkat 14,64% secara tahunan (Year-on-Year). Namun, kenaikan ini belum cukup untuk menahan tekanan jual jangka pendek yang mendominasi.
Analisis Teknikal dan Prospek ke Depan
Dengan penutupan di level Rp1.055, saham PGEO kini menguji area support psikologis di Rp1.050. Apabila level ini mampu bertahan, ada potensi bagi PGEO untuk rebound kembali ke kisaran Rp1.070 hingga Rp1.080 pada perdagangan berikutnya. Namun, jika level support tersebut tembus, bukan tidak mungkin tekanan jual akan berlanjut.
Secara valuasi, rasio Price-to-Earnings (P/E) PGEO berada di angka 16,84, dengan Dividend Yield yang cukup menarik, yakni 4,69%. Angka-angka ini menunjukkan bahwa PGEO masih memiliki daya tarik bagi investor jangka panjang yang berfokus pada sektor energi hijau dan keberlanjutan. Rentang harga 52 minggu PGEO yang berada di Rp770,00 hingga Rp1.615,00 juga mengindikasikan volatilitas yang cukup besar, namun juga potensi pertumbuhan. Investor disarankan untuk memantau pergerakan harga di area support dan resistance kunci.
Area support penting bagi PGEO saat ini berada di Rp1.050 – Rp1.040. Sementara itu, level resistance yang perlu ditembus untuk mengonfirmasi potensi penguatan lanjutan adalah Rp1.070 – Rp1.085. Pergerakan saham pada sesi berikutnya akan sangat bergantung pada bagaimana pasar bereaksi terhadap level-level kunci ini.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.