JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Pendataan Data Terpadu Status Ekonomi Nasional (DTSEN) Badan Pusat Statistik (BPS) untuk tahun 2026 telah bergulir. Sayangnya, proses penting ini rawan dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab. Banyak penipuan beredar menggunakan tautan palsu dan mengaku sebagai petugas BPS. Modus ini tersebar luas di berbagai platform, termasuk WhatsApp dan Facebook, menargetkan masyarakat.
Masyarakat diimbau untuk sangat berhati-hati. Penting untuk mengenali link resmi dan ciri-ciri penipuan yang kerap muncul agar tidak menjadi korban kejahatan siber yang merugikan. Ini demi keamanan data pribadi dan finansial Anda.
Link Form DTSEN BPS 2026 yang Resmi
Sampai dengan 13 Agustus 2026, perlu digarisbawahi bahwa pendaftaran mandiri DTSEN belum dibuka secara online untuk umum. Pendataan saat ini dilakukan langsung oleh petugas BPS yang mendatangi rumah-rumah warga. Oleh karena itu, jika ada ajakan mengisi formulir secara online yang tidak berasal dari pengumuman resmi, patut dicurigai.
Masyarakat dapat mengakses informasi resmi terkait DTSEN melalui dua kanal utama:
- Website Utama BPS: https://www.bps.go.id
- Media Sosial Resmi BPS: Instagram @bps_statistics dan halaman Facebook BPS.
Peringatan penting: jika ada tautan yang mengklaim sebagai form DTSEN namun bukan dari domain bps.go.id, 99% itu adalah palsu. BPS akan selalu mengumumkan pembukaan pendaftaran online, jika ada, melalui kedua platform resmi tersebut.
7 Ciri Penipuan Form DTSEN yang Wajib Diwaspadai
Modus penipuan seringkali memiliki pola yang berulang. Dengan mengenali ciri-cirinya, Anda bisa terhindar dari jebakan. Berikut adalah tujuh ciri penipuan form DTSEN yang harus diwaspadai:
- Meminta Transfer Uang. Penipu akan meminta biaya administrasi, biaya cetak, atau alasan biaya cepat lainnya. Ingat, pendataan DTSEN GRATIS 100% dan tidak dipungut biaya apapun.
- Link Aneh. Tautan palsu biasanya menggunakan domain yang mencurigakan, seperti
dtsen-bantuan.com,form-dtsen.net, ataubps-bansos.org. Link resmi BPS selalu berakhir denganbps.go.id. - Meminta Kode OTP/PIN. Petugas resmi BPS tidak akan pernah meminta Kode One-Time Password (OTP), PIN ATM, atau informasi M-Banking Anda. Ini adalah data sensitif yang harus dijaga kerahasiaannya.
- Janji Meloloskan Bansos. Penipu sering menjanjikan bahwa dengan mengisi form tersebut, Anda pasti akan lolos dan mendapatkan bantuan sosial seperti PKH atau BPNT. Tidak ada petugas yang bisa menjamin hal tersebut.
- Tidak Memiliki Surat Tugas. Petugas BPS yang asli wajib membawa Surat Tugas resmi dan ID Card BPS yang valid. Jika tidak bisa menunjukkannya, ada kemungkinan itu adalah penipu.
- Datang Malam Hari. Pendataan DTSEN oleh petugas resmi umumnya dilakukan selama jam kerja, yaitu antara pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Kedatangan di luar jam tersebut perlu dipertanyakan.
- Meminta Data via WA/DM. Pendataan resmi dilakukan secara tatap muka atau melalui platform online resmi BPS (jika sudah dibuka). Petugas tidak akan meminta data pribadi Anda melalui aplikasi pesan seperti WhatsApp atau Direct Message (DM) media sosial.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.