Buka peramban di komputer atau ponsel Anda, lalu ketik alamat https://dikdin.bkn.go.id. Disarankan menggunakan Google Chrome untuk kompatibilitas terbaik.
2. Buat Akun Baru
Pada halaman utama, cari dan klik menu “Buat Akun”. Anda akan diminta mengisi data-data dasar yang meliputi NIK (16 digit), Nomor Kartu Keluarga, Nama Lengkap (sesuai ijazah), Tempat dan Tanggal Lahir, Email, Password yang akan digunakan untuk login, serta memilih Pertanyaan Pengaman beserta jawabannya.
3. Verifikasi Data di SSCASN
Setelah mengisi data awal, sistem akan secara otomatis melakukan verifikasi NIK dan KK Anda dengan database Dukcapil melalui portal SSCASN. Jika data Anda valid, proses akan dilanjutkan ke tahap berikutnya.
4. Login dan Lengkapi Biodata
Gunakan NIK dan password yang telah Anda daftarkan untuk login. Setelah berhasil, Anda perlu melengkapi biodata diri secara detail, seperti alamat lengkap, tinggi badan, berat badan, dan informasi pribadi lainnya yang diminta oleh sistem.
5. Unggah Dokumen
Pada tahap ini, unggah semua dokumen yang telah Anda siapkan sebelumnya. Perhatikan format dan ukuran file yang diminta. Misalnya, ijazah dalam format PDF dengan ukuran maksimal 500KB, sedangkan pas foto dan swafoto dalam format JPG/JPEG dengan ukuran maksimal 200KB.
6. Pilih Sekolah Kedinasan dan Formasi
Anda hanya diperbolehkan memilih satu dari delapan sekolah kedinasan yang tersedia, seperti STAN, IPDN, STIS, STMKG, dan lainnya. Selain itu, pilih juga jurusan atau formasi yang sesuai dengan latar belakang pendidikan dan minat Anda.
7. Cetak Kartu Informasi Akun dan Pendaftaran
Setelah semua langkah selesai dan data tersimpan, jangan lupa untuk mencetak Kartu Informasi Akun dan Kartu Pendaftaran. Kedua kartu ini merupakan bukti pendaftaran Anda dan wajib dibawa saat mengikuti tahapan seleksi selanjutnya.
5 Kesalahan yang Sering Bikin Gagal Daftar
Beberapa kesalahan umum kerap terjadi dan bisa menyebabkan kegagalan dalam pendaftaran. Hindari hal-hal berikut:
- NIK Tidak Sama: NIK yang tidak sesuai dengan data Dukcapil akan otomatis ditolak.
- Ukuran Foto Salah: Unggah foto dengan ukuran atau latar belakang yang tidak sesuai ketentuan (misalnya, bukan latar merah).
- Daftar Dua Sekolah: Sistem hanya memperbolehkan pendaftar memilih satu sekolah kedinasan. Mencoba mendaftar lebih dari satu akan mengakibatkan diskualifikasi.
- Salah Pilih Formasi: Memilih formasi atau jurusan yang tidak relevan dengan ijazah atau kualifikasi.
- Telat Daftar: Menunda pendaftaran hingga mendekati batas akhir seringkali berujung pada kendala teknis atau waktu yang tidak cukup.
Kapan Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 Dibuka?
Hingga saat ini, tanggal pasti pembukaan pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 belum diumumkan secara resmi. Berdasarkan pola tahun-tahun sebelumnya, pendaftaran Sekolah Kedinasan biasanya dibuka lebih awal, yakni antara Mei hingga Juni. Tetap pantau situs resmi menpan.go.id dan bkn.go.id untuk mendapatkan informasi terbaru dan pengumuman resmi.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.