Jumat, 14 Agustus 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Wabah cyclosporiasis AS Hampir 25.000 Kasus, Belum Reda

Wabah cyclosporiasis di AS menyerang sayuran segar
Wabah cyclosporiasis di AS memicu penarikan selada dan kekhawatiran publik. (Ilustrasi: AI)

Itulah yang membuat penyelidikan tetap berjalan. Di Texas dan Florida, pejabat kesehatan setempat mengatakan kasus masih bertambah. Artinya, penanganan belum bisa bergantung pada satu penjelasan yang sudah dianggap cukup oleh pemerintah federal.

Di sisi publik, jeda pelaporan ke Centers for Disease Control and Prevention ikut membuat pembacaan situasi terasa lambat. Penyebabnya ada pada sifat penyakit ini: gejala, termasuk diare hebat, bisa baru muncul hingga dua minggu setelah seseorang memakan makanan yang terkontaminasi parasit cyclospora.

Kenapa ini penting untuk industri pangan

Bagi industri pangan, episode ini memukul dua sisi sekaligus: distribusi produk segar dan kepercayaan konsumen. Sayuran daun yang biasanya dianggap aman mendadak masuk daftar waspada, sementara restoran dan ritel harus bergerak cepat saat ada produk yang ditarik dari pasar.

Bagi otoritas, persoalannya juga bukan cuma menghentikan sumber wabah. Mereka harus meyakinkan publik tanpa menutup mata terhadap data yang masih naik. John Guzewich, yang pernah menangani wabah penyakit bawaan makanan di FDA pada 1997-2011, mengatakan kepada The New York Times, “This is unprecedented,”.

Ia menambahkan bahwa ini adalah satu-satunya wabah yang ia ketahui dengan kematian akibat infeksi. Dua kematian di Michigan membuat kasus ini naik kelas dari sekadar penarikan produk menjadi persoalan kesehatan publik yang serius.

Untuk saat ini, pesan resmi pemerintah AS tetap sama: makanan dinyatakan aman, kasus disebut terkendali, dan sayuran daun diminta kembali dikonsumsi. Tapi angka federal belum ikut tenang. Hampir 25.000 kasus masih tercatat, dan itu belum termasuk jeda laporan yang biasa muncul dalam wabah cyclosporiasis.

Halaman:12Semua Halaman

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda