Di wilayah Northeast, logikanya beda lagi. Kelly Mahoney, co-founder Dorm Essentials Co. di Boston, mengatakan hampir 99% pelanggannya berasal dari luar negara bagian atau dari luar negeri. Timnya membantu keluarga menghindari kerepotan logistik pengiriman atau berburu barang di Target yang sudah “picked over”.
Mahoney juga menegaskan bahwa bentuk dorm di Northeast sangat berbeda dari yang sering terlihat di media sosial atau di kampus-kampus selatan. Di ruang yang sempit, penyimpanan vertikal dan kotak yang disembunyikan di bawah tempat tidur jadi barang paling berguna. Bukan aksesori mewah. Justru yang fungsional sering jadi penentu.
Soal gaya hidup, tapi juga soal waktu dan tenaga
Di titik ini, dorm dekorasi tak lagi bisa dilihat sebagai tren visual semata. Ada dampak langsung bagi keluarga. Mereka yang mampu membayar jasa desain profesional bisa memangkas stres pindahan, menghemat waktu, dan memperoleh kamar yang tertata sejak hari pertama.
Sementara itu, keluarga yang memilih jalur DIY tetap ikut terdorong untuk merancang ruang seefisien mungkin, walau dengan anggaran jauh lebih kecil.
Henley Bedwell, mahasiswa baru James Madison University, memperlihatkan sisi DIY dari tren ini di TikTok. Ia memakai aplikasi desain ruangan dan tur virtual kampus untuk memetakan ruang, lalu membuat shared registry agar ia dan teman sekamarnya bisa menyelaraskan bedding, storage, dan dekorasi.
Ia berkata, “I need to make this space as comfortable as I can to make me not scream at the fact that I won’t be with my family.”
Bedwell dan teman sekamarnya menghabiskan sekitar $2,500 total. Ia memilih barang yang berharap masih bisa dipakai lagi, termasuk twin bedding, headboard, dresser, dan vas yang unik. Angka itu jauh di bawah proyek premium Gates, tapi tetap menunjukkan bahwa kamar dorm kini masuk daftar belanja yang serius, bukan sekadar tambahan kecil.
Menariknya, tren ini juga merembet ke mahasiswa laki-laki. Mahoney menyebut mereka dengan nada bercanda, “We don’t call it a design with the boys. We call it a room layout.” Gates bahkan membuat karya khusus untuk anak laki-laki, termasuk lukisan vintage mantan quarterback Ole Miss, Archie Manning.
Ujungnya tetap sama. Baik lewat jasa profesional maupun rakitan sendiri, tujuan kamar dorm sekarang lebih dari sekadar tempat tidur dan meja belajar. Bagi banyak keluarga, kamar itu harus nyaman, rapi, dan cukup personal untuk dipakai selama sembilan bulan ke depan.
Bedwell merangkumnya dengan kalimat yang cukup menohok: “No matter how people think how absurd spending all this money on your dorm room is, your kid’s gonna be here for the next nine months,” kata dia. “Why would you not rather them be comfortable?”
Fenomena itu juga menjelaskan kenapa industri kecil di sekitar asrama terus hidup: dari jasa pindahan, penyusunan layout, sampai pembelian barang dekoratif yang dibuat tahan lama. Dorm room memang kecil. Pasarnya tidak.
Axios mencatat, di balik kamar yang sempit itu, ada keluarga yang rela membayar demi ketenangan pindahan dan rasa nyaman yang langsung terasa sejak hari pertama kuliah.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.