Minggu, 16 Agustus 2026 WIB
BREAKING
HUKUM KRIMINAL

5 Pemuda Lagi Tawuran di Jaktim Ditangkap Polisi, Ada yang Bawa Celurit

Petugas mengamankan barang bukti senjata tajam pasca tawuran di Jakarta Timur
Barang bukti senjata tajam yang diamankan petugas dari tangan lima pemuda yang terlibat tawuran di Jatinegara. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Aksi tawuran pemuda pecah di kawasan Jalan Basuki Rahmat, Cipinang Besar, Jatinegara, Jakarta Timur. Tim patroli gabungan dari Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Metro Jaya dan Tim Perintis Presisi Polres Metro Jakarta Timur bergerak cepat membubarkan massa yang meresahkan warga tersebut.

Lima pemuda ditangkap di lokasi kejadian. Selain para pelaku, polisi juga menyita satu senjata tajam berupa celurit yang diduga disiapkan untuk melukai lawan. Penindakan ini dilakukan setelah kepolisian menerima laporan warga terkait adanya sekumpulan pemuda yang bersiap melakukan bentrokan.

Langkah Preventif di Wilayah Rawan

Saat tim gabungan tiba di lokasi, sebagian kelompok pemuda tersebut sempat berupaya membubarkan diri. Petugas tidak tinggal diam dan langsung melakukan penyisiran ketat di sekitar area Jalan Basuki Rahmat untuk mencari para pelaku yang mencoba melarikan diri.

Dansat Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol Henik Maryanto, menegaskan bahwa patroli gabungan ini menjadi bagian dari upaya preventif menjaga ketertiban umum. Pihaknya berkomitmen merespons setiap aduan masyarakat untuk meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa maupun luka-luka akibat tawuran.

“Kami tidak ingin tawuran berkembang dan mengganggu keamanan warga. Setiap laporan yang masuk akan segera direspons dan ditindaklanjuti sesuai dengan situasi di lapangan,” ujar Henik, Minggu (16/8/2026). Ia menambahkan, kehadiran personel di jam rawan diharapkan mampu memberi rasa aman agar masyarakat bisa beristirahat dengan tenang tanpa gangguan.

Peran Orang Tua dan Bahaya Provokasi

Saat ini, kelima pemuda yang diamankan telah diserahkan sepenuhnya ke Polres Metro Jakarta Timur untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Kasus ini menjadi alarm bagi para orang tua terkait pentingnya pengawasan pergaulan anak di luar jam rumah.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyoroti maraknya ajakan tawuran yang kerap tersebar melalui media sosial. Ia meminta para pemuda agar tidak mudah terprovokasi oleh ajakan pihak tertentu yang justru hanya akan merusak masa depan mereka sendiri.

“Tidak ada persoalan yang dapat diselesaikan melalui tawuran. Kami mengajak orang tua meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas dan pergaulan anak-anak, terutama pada malam hingga dini hari,” tegas Budi.

Budi pun mengingatkan masyarakat untuk tidak ragu melapor ke layanan kepolisian 110 jika menemukan potensi gangguan keamanan di lingkungan sekitar. Langkah cepat masyarakat dalam memberi informasi sangat krusial agar aparat bisa memutus potensi bentrokan sebelum jatuh korban.

Tindakan tegas di lapangan ini menjadi sinyal keras bagi kelompok pemuda bahwa polisi tidak akan memberikan toleransi bagi aksi premanisme jalanan. Ke depan, patroli di wilayah Jatinegara dan titik rawan lainnya di Jakarta Timur akan terus ditingkatkan intensitasnya untuk memastikan situasi tetap kondusif.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda