Minggu, 16 Agustus 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Peng Wenle Masuk Program Doktor Langsung di Wuhan University

Peng Wenle Masuk Program Doktor Langsung di Wuhan University
Peng Wenle Masuk Program Doktor Langsung di Wuhan University

WUHAN — Peng Wenle, lulusan Ilmu Komputer dan Teknologi dari Wuhan University, akan langsung melanjutkan studi ke program doktor di kampus yang sama. Langkah itu menandai babak baru dalam hidupnya, setelah perjalanan panjang yang sejak kecil sudah diwarnai peristiwa penculikan.

Nama Peng Wenle kembali jadi perhatian karena kisahnya bukan sekadar soal prestasi akademik. Ia pernah diculik saat berusia tiga tahun pada 2008 dari depan toko layanan telepon milik orang tuanya di Shenzhen, Tiongkok selatan, lalu ditemukan tiga tahun kemudian berkat pencarian tanpa lelah dari keluarga.

Perjalanan Peng Wenle dari penculikan ke bangku doktor

Peng Wenle kini berusia 21 tahun. Dari bahan sumber, ia baru saja menyelesaikan gelar sarjana di bidang Ilmu Komputer dan Teknologi dari Wuhan University, salah satu kampus bergengsi di Tiongkok. Setelah wisuda, ia tidak beranjak jauh dari lingkungan akademik yang sudah membesarkan namanya.

Ia memilih tetap di Wuhan University untuk menempuh program doktor langsung. Keputusan itu menunjukkan fokusnya pada studi lanjutan, sekaligus memberi gambaran bahwa ia menempuh jalur pendidikan yang sangat panjang setelah masa kecilnya terputus oleh penculikan.

Perjalanan seperti ini jarang berjalan mulus. Di satu sisi ada capaian akademik yang memerlukan disiplin besar, di sisi lain ada beban masa lalu yang tidak ringan. Peng Wenle menghadapi keduanya, lalu tetap sampai di tahap yang banyak orang kejar bertahun-tahun: masuk program doktor di kampus yang sama setelah lulus sarjana.

Kisah yang jauh melampaui satu gelar

Bagi keluarga, penculikan Peng Wenle bukan hanya catatan kelam yang lewat begitu saja. Ia hilang dari depan toko telepon orang tuanya di Shenzhen pada 2008, lalu baru kembali ke keluarganya tiga tahun kemudian. Bagi siapa pun yang mengikuti kisah ini, rentang waktu itu menggambarkan betapa panjang dan melelahkannya pencarian yang dijalani orang tuanya.

Karena itulah, kabar tentang kelulusannya dan langkah ke jenjang doktor terasa lebih besar daripada sekadar berita kampus. Ada lapisan emosional yang kuat. Ia bukan cuma mahasiswa yang lulus, melainkan seseorang yang berhasil bertahan dan terus bergerak maju setelah kehilangan masa kecil yang normal.

Halaman:12Semua Halaman

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru Hari Ini 16 Agustus 2026: Klaim Pack & Coins Gratis