JAKARTA — mediasi cerai Sarah Gibson dengan Diska Resha berakhir penuh emosi. Saat proses itu berjalan, Sarah tak kuasa menahan tangis karena harus mengulang cerita yang ia sebut sebagai trauma dalam rumah tangga.
Kabar itu ia sampaikan setelah mediasi selesai. Dalam unggahan di media sosial, Sarah mengaku tidak mudah membuka kembali pengalaman yang membuatnya terluka. Suasana mediasi pun membuat kondisi emosionalnya kembali terguncang.
Sarah menangis saat cerita diulang
Sarah menuliskan pengakuannya lewat Instagram eksklusif yang dikutip pada Minggu, 16 Agustus 2026. Ia menyebut dirinya tidak sanggup menceritakan ulang trauma yang pernah dialami.
“Sekilas update info, tadi abis mediasi. Gak kuat banget ceritain ulang trauma itu lagi jadinya nangeees dehhh,” tulis Sarah Gibson yang dikutip dari Instagram eksklusifnya pada Minggu, 16 Agustus 2026.
Kalimat itu memberi gambaran betapa berat proses yang ia jalani. Bukan cuma soal perceraian, tapi juga soal membuka kembali luka lama yang rupanya belum benar-benar padam.
Sarah juga mengungkapkan bahwa dirinya menangis di tengah mediasi. Satu kalimat pendek saja cukup menjelaskan situasi yang terjadi. Berat.
Tetap mantap berpisah
Meski emosinya terpukul, keputusan Sarah tidak berubah. Ia tetap ingin mengakhiri pernikahan dengan Diska Resha dan menegaskan bahwa dirinya sudah tidak ingin melanjutkan kehidupan rumah tangga bersama.
Dalam unggahan berikutnya, Sarah mengatakan bahwa sikap itu sudah ia sampaikan dalam proses mediasi. Namun, ia merasa keberatan karena masih diarahkan untuk mempertimbangkan kemungkinan kembali bersama.
“Btw bingung sama mediatornya, gue udah kekeh bgt gak mau balik jadi istri dia lagi, mediatornya kaya ngebujuk2 terus!!! Trus dijadwalin mediasi lagiii… padahal gue udah nangis2 gakuat. Masih disuruh mediasi lagi. Sebel bgttttttt,” tulisnya lagi dengan geram.
Dari keterangan itu, terlihat bahwa mediasi belum memberi jalan damai. Sarah sudah punya posisi yang tegas. Ia menolak rujuk.
Dugaan perselingkuhan jadi latar keretakan
Masalah rumah tangga Sarah Gibson dan Diska Resha sebelumnya memang sudah menjadi perhatian publik. Salah satu pemicunya adalah dugaan perselingkuhan yang disebut ikut meretakkan hubungan keduanya.
Dalam bahan yang beredar, persoalan itu disebut-sebut menjadi bagian dari masalah yang membuat hubungan mereka semakin sulit dipertahankan. Dugaan perselingkuhan itu juga disebut mencuat lebih dari satu kali.
Karena itu, langkah Sarah mengajukan gugatan cerai tidak datang tiba-tiba. Ia telah membawa perkara ini ke jalur hukum, lalu memasuki tahap mediasi sebagai ruang untuk mencari kemungkinan penyelesaian sebelum perkara berlanjut.
Dampaknya buat proses cerai
Bagi pembaca yang mengikuti kasus ini, momen tangis Sarah menunjukkan bahwa mediasi perceraian bukan sekadar forum formal. Ada beban emosional yang ikut terbawa, apalagi ketika perkara menyangkut pengalaman yang sudah lama menyakitkan.
Situasi seperti ini juga memperlihatkan kenapa mediasi sering jadi tahap yang rumit. Di atas kertas, ia dirancang untuk membuka jalan damai. Di ruang nyata, apalagi saat ada luka lama, proses itu bisa memaksa pihak yang berperkara mengulang hal-hal yang justru ingin dilupakan.
Dalam kasus Sarah, posisi yang ia sampaikan jelas sejak awal: ia sudah tidak ingin kembali menjadi istri Diska Resha. Itu berarti perhatian publik kini bergeser ke langkah berikutnya, apakah mediasi lanjutan masih akan digelar atau perkara akan bergerak ke tahap perceraian selanjutnya.
Untuk sementara, yang paling menonjol dari cerita ini bukan cuma soal gugatan cerai. Tetapi juga tentang seseorang yang masih berusaha menjaga ketegasan di tengah emosi yang belum stabil. Dan proses hukum itu tampaknya belum selesai.
Sidang dan mediasi berikutnya akan menjadi penentu arah perkara ini.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.