Senin, 17 Agustus 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas – Suara.com

Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas – Suara.com
Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas – Suara.com

JAKARTA — Rangkaian pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR dan penyampaian RAPBN 2027 pada Jumat (14/8/2026) menjadi penanda krusial bagi peta jalan pembangunan ekonomi Indonesia.

Pokok Peristiwa

Para pengamat dan pelaku politik menilai langkah pemerintah kini memiliki orientasi yang lebih terpadu dengan melibatkan seluruh ekosistem ekonomi, mulai dari pasar modal hingga sektor dunia usaha sebagai motor penggerak utama.

Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, menyebut visi yang dipaparkan Presiden sebagai bentuk pidato negara pembangunan. Berbeda dengan pendekatan sebelumnya yang cenderung bersifat sektoral atau berfokus pada stabilitas makro, arah kebijakan tahun ini terlihat lebih ambisius.

Pemerintah berupaya mengonsolidasikan sumber daya nasional untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan pemerataan kesejahteraan.

“Pemerintah sedang berusaha memastikan seluruh kekuatan ekonomi Indonesia dapat bergerak bersama menciptakan pertumbuhan tinggi dan lapangan kerja luas,” ujar Fakhrul di Jakarta. Ia menyoroti berbagai inisiatif strategis seperti pembentukan Danantara Sumberdaya Indonesia, bursa komoditas, hingga reformasi pasar modal sebagai bukti nyata upaya efisiensi yang tidak lagi sekadar bergantung pada APBN.

Dalam RAPBN 2027, pemerintah mematok target belanja negara mencapai Rp4.097 triliun. Angka ini mencerminkan komitmen ambisius di tengah tantangan global. Di sisi lain, apresiasi datang dari berbagai fraksi di DPR RI. Ketua Fraksi Partai Golkar, M.

Konteks

Sarmuji, menilai pidato tersebut memberikan kepastian arah kerja pemerintah. Ia mencontohkan efisiensi pengadaan barang, seperti harga Layar Pintar Interaktif yang berhasil ditekan dari Rp150 juta menjadi Rp26 juta per unit tanpa mengurangi kualitas.

Sejalan dengan itu, anggota Komisi V DPR RI Musa Rajekshah turut menyoroti fokus pembangunan yang kini lebih menyentuh aspek kesejahteraan langsung melalui perbaikan puskesmas, pembangunan laboratorium kesehatan di tiap kecamatan, hingga infrastruktur dasar seperti jembatan.

Menurutnya, rencana kerja ini sangat baik karena menyeimbangkan antara pembangunan fisik dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Meskipun visi sudah tampak jelas, ujian sesungguhnya bagi pemerintahan berada pada tataran eksekusi. Fakhrul Fulvian mengingatkan bahwa sektor swasta memegang kunci utama keberhasilan target pertumbuhan.

Dampak dan Langkah Berikutnya

Sektor manufaktur dan industri produktif masih memerlukan kepastian iklim usaha agar berani melakukan ekspansi. Pemerintah diharapkan mampu menerjemahkan kebijakan tersebut menjadi aturan yang konsisten.

Catatan kritis juga muncul terkait tekanan ekonomi makro. Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Aboe Bakar Al-Habsyi, menyoroti asumsi nilai tukar rupiah dalam RAPBN 2027 yang dipatok pada Rp17.500 per dolar AS.

Angka ini dipandang sebagai cerminan psikologis dari beratnya tekanan eksternal yang dihadapi perekonomian nasional saat ini.

Keberhasilan menjaga resiliensi ekonomi di tengah ketidakpastian geopolitik global akan menjadi penentu apakah target pertumbuhan yang dicanangkan pemerintah dapat tercapai atau justru terhambat oleh volatilitas eksternal.

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair