Senin, 17 Agustus 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Itamar Ben-Gvir Desak Israel Bunuh 30-40 Orang Gaza Tiap Malam

Itamar Ben-Gvir soal Gaza dalam siaran podcast
Itamar Ben-Gvir memicu kecaman setelah menyerukan pembunuhan puluhan orang di Gaza tiap malam. (Ilustrasi: AI)

Di dalam negeri Israel, pemberitaan soal ucapan Ben-Gvir disebut sangat minim. Itu penting. Soalnya, minimnya liputan domestik membuat pernyataan yang sangat ekstrem seperti ini bisa tetap beredar keras di luar Israel, tetapi tidak mendapat tekanan yang sama di ruang publik internal.

Kenapa pernyataan ini penting

Ben-Gvir bukan sosok pinggiran. Ia duduk di kabinet Netanyahu dan memegang jabatan menteri keamanan nasional. Meski begitu, ABC News menulis bahwa ia tidak memiliki kendali atas militer negara dan tidak bisa memerintahkan serangan ke Gaza. Artinya, ucapannya bukan perintah operasional, tetapi tetap punya bobot politik besar.

Itu yang membuat respons terhadap Ben-Gvir jauh lebih sensitif. Ketika seorang menteri aktif berbicara soal pembunuhan massal, pernyataan itu bisa dibaca sebagai cerminan arah politik, bukan sekadar opini pribadi. Bagi publik internasional, ini ikut memengaruhi cara mereka menilai batas antara retorika politik dan dorongan kekerasan.

Di titik ini, taruhannya jelas. Ucapan seperti itu memperkeras persepsi bahwa konflik Gaza tidak hanya soal operasi militer, tetapi juga soal bahasa dehumanisasi yang dipakai pejabat tinggi. Bagi keluarga sandera, warga sipil Gaza, dan pihak yang memantau perang ini dari luar, satu kalimat dari podium kecil bisa menjelma menjadi isu diplomatik besar.

Bayang-bayang politik Israel menjelang pemilu

ABC News menyinggung bahwa figur seperti Ben-Gvir menjadi lebih populer di Israel sejak serangan Hamas pada 2023 yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera 251 orang. Laporan itu juga menyebut ideologi yang dulu dianggap pinggiran kini makin menonjol menjelang pemilu Israel pada 27 Oktober, menurut kutipan yang mereka tampilkan.

Ben-Gvir sendiri, dari laporan yang sama, berada dalam arus politik keras yang makin berpengaruh di Israel. Karena itu, komentarnya bukan cuma menambah panas perang kata-kata. Ia juga memperlihatkan bagaimana bahasa ekstrem bisa mendapat panggung yang lebih besar saat suasana politik mengeras dan perang belum mereda.

Hingga laporan ini disusun, komentar Ben-Gvir tetap menjadi sorotan di media internasional, sementara pernyataannya sendiri masih berdiri jelas di rekaman podcast: “They shouldn’t live. They’re not even people.”

Halaman:12Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda