Rabu, 7 Oktober 2026 WIB
BREAKING
POLITIK PEMERINTAHAN

Netanyahu Dituding Prioritaskan Selamat Politik, Bukan Keamanan

Netanyahu Dituding Prioritaskan Selamat Politik, Bukan Keamanan
Netanyahu Dituding Prioritaskan Selamat Politik, Bukan Keamanan

ISRAEL TENGAH — Gadi Eisenkot, penantang utama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, menuduh sang perdana menteri lebih sibuk menjaga kelangsungan politiknya sendiri ketimbang keamanan negara. Tuduhan itu disampaikan dalam rapat umum di Israel tengah pada Senin.

Serangan politik ini muncul di saat Partai Yashar memperkenalkan kandidat-kandidatnya untuk pemilu 27 Oktober. Eisenkot, mantan komandan militer, memanfaatkan panggung kampanye itu untuk menekan Netanyahu, yang selama ini masih memegang kendali pemerintahan Israel.

Netanyahu kembali jadi sasaran utama kampanye

Dalam bahan yang tersedia, Eisenkot tidak menjelaskan secara rinci bagaimana ia akan menangani persoalan Palestina atau perang melawan Iran dan Lebanon yang diluncurkan Netanyahu. Justru, ia memilih mengarahkan kritiknya ke arah lain: menurut dia, sang perdana menteri menghindari pertanyaan-pertanyaan yang paling berat dan lebih fokus bertahan secara politik.

Pilihan serangan semacam ini menunjukkan arah pertarungan politik yang tajam jelang pemilu 27 Oktober. Netanyahu tidak hanya berhadapan dengan lawan yang membawa kritik soal keamanan, tapi juga dengan figur berlatar militer yang mencoba merebut kepercayaan publik lewat isu serupa. Itu membuat debat soal keamanan nasional makin sulit dipisahkan dari pertarungan personal di panggung politik Israel.

Isu keamanan jadi arena rebutan suara

Bagi pemilih, pesan seperti ini penting karena menyentuh dua hal sekaligus: rasa aman dan kredibilitas pemimpin. Saat seorang lawan menyebut Netanyahu lebih mengutamakan bertahan di kursi kekuasaan, yang dipertaruhkan bukan cuma citra pribadi perdana menteri, melainkan juga cara publik menilai siapa yang paling layak mengelola konflik dan ancaman yang masih membayangi Israel.

Partai Yashar sendiri baru menampilkan kandidat-kandidatnya di hadapan publik pada momen itu, sehingga panggung Eisenkot masih segar dan penuh sorotan. Ia belum membuka secara rinci agenda kebijakan dalam bahan yang tersedia, tetapi arah serangannya jelas: menempatkan Netanyahu sebagai pemimpin yang dianggap mengelak dari pertanyaan inti.

Taruhan pemilu makin keras

Di Israel, serangan seperti ini biasanya tidak berhenti di panggung kampanye. Ia cepat menjalar ke perdebatan media, penggalangan dukungan, dan pembacaan ulang atas rekam jejak pemerintah. Karena itu, tudingan Eisenkot bisa jadi akan menjadi salah satu titik awal pertarungan narasi antara kubu penantang dan kubu Netanyahu menjelang 27 Oktober.

Yang berikutnya patut dicermati adalah bagaimana Netanyahu merespons serangan itu, dan apakah Partai Yashar akan mengubah kritik keras ini menjadi tawaran politik yang lebih rinci. Sampai di situ, kampanye masih tampak akan bergerak di poros yang sama: keamanan, perang, dan siapa yang paling dipercaya publik untuk memegang kendali.

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda