Senin, 17 Agustus 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Singapura Kejar Hunian Publik, Pertahankan Ruang Hijau

Singapura Kejar Hunian Publik, Pertahankan Ruang Hijau
Singapura Kejar Hunian Publik, Pertahankan Ruang Hijau

Namun, semua inovasi ini datang dengan label harga yang fantastis. Membangun gedung dengan integrasi ruang hijau jauh lebih mahal dibanding hunian konvensional. Dibutuhkan perencanaan teknis yang jauh lebih rumit, mulai dari sistem pengairan hingga pemilihan jenis tanaman yang tahan di ketinggian. Belum lagi urusan perawatan jangka panjang yang tentu menyedot anggaran negara lebih besar.

Meski mahal, pemerintah tampaknya tidak punya banyak pilihan. Singapura tidak bisa mengorbankan kualitas hidup penduduknya demi kecepatan pembangunan semata. Jika kota ini kehilangan “wajah hijau”-nya, maka nilai jual Singapura sebagai kota global yang layak huni akan runtuh dengan sendirinya.

Ke depan, arah kebijakan Singapura akan sangat bergantung pada seberapa jauh teknologi bisa menembus keterbatasan fisik lahan. Langkah yang diambil hari ini akan menjadi cetak biru bagi kota-kota padat lainnya di dunia. Pertanyaannya bukan lagi apakah pembangunan bisa dilakukan, melainkan apakah mereka mampu mempertahankan warisan alam di tengah gempuran beton yang tidak bisa dihentikan.

Keputusan konkret sedang diambil di meja perencana negara. Setiap inci tanah yang dialokasikan di masa depan harus dihitung dengan presisi milimeter, memastikan hunian warga aman tanpa mengorbankan paru-paru kota. Bagi Singapura, keberlanjutan bukan lagi sekadar jargon dalam kampanye, melainkan strategi bertahan hidup di pulau yang kian sesak.

Halaman:12Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Jadwal Pemadaman Listrik PLN Hari Ini 17 Agustus 2026: Daftar Wilayah Terdampak & Jam Mati Lampu