JAKARTA — Buku puisi kartun Jason Ranti dan Mice Misrad berjudul Mana Dokter, Mana Pasien?: Teman Baru Rasa Lama resmi diperkenalkan di Gudskul, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Senin (17/8) malam. Karya ini lahir dari obrolan panjang dua seniman yang kemudian saling merespons lewat puisi dan gambar.
Dalam buku itu, Jason Ranti dan Mice Misrad tidak berjalan sendiri-sendiri. Keduanya saling menyambut karya masing-masing, lalu membentuk satu paket yang terasa personal, cair, dan penuh tafsir.
Buku puisi kartun Jason Ranti dan Mice Misrad lahir dari obrolan panjang
Jason Ranti mengaku sejak lama menyukai karya Mice. Di Gudskul, ia bercerita bahwa kekhasan Mice dalam menggambar karakter membuat kesan yang kuat.
“Saya dari dulu suka karya Mice. Dia kalau gambar orang miskin, (tampak) miskin banget,” kata Jason Ranti di Gudskul, Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Senin (17/8) malam.
Di sisi lain, Mice Misrad menjelaskan bahwa proses kolaborasi mereka tidak lahir dari pertemuan formal atau rencana yang kaku. Semuanya bermula dari kebiasaan Jason datang ke rumah dan berbincang lama.
“Semua berawal dari Jeje (Jason Ranti) yang sering datang ke rumah, biasanya hari Jumat, kami mengobrol dari siang sampai malam, lalu merespons karya masing-masing,” sambung Mice Misrad.
Dari pola obrolan yang santai itu, keduanya sepakat mengerjakan buku puisi kartun. Nama Mana Dokter, Mana Pasien?: Teman Baru Rasa Lama pun dipilih untuk menandai hubungan kerja yang terasa akrab, tapi tetap memberi ruang tafsir bagi pembaca.
Isi buku terasa personal, tapi terbuka untuk banyak tafsir
Secara garis besar, buku tersebut memuat pengalaman yang dekat dengan kehidupan Jason Ranti dan Mice Misrad. Namun, pengalaman itu tidak dibiarkan berdiri sebagai catatan pribadi semata.
Bahan yang dibawa keduanya justru terasa luas dan multitafsir. Pembaca masih bisa menangkap lapisan emosi, humor, dan kegelisahan di dalamnya tanpa harus terpaku pada satu bacaan saja.
Gaya Jason Ranti juga disebut hadir jelas di buku ini. Tulisan yang jujur, mentah, dan melompat-lompat, seperti yang sering muncul dalam lirik lagunya, ikut mewarnai buku puisi kartun tersebut.
Respons visual Mice Misrad menambah lapisan lain. Karikatur khasnya menjadi pasangan yang menguatkan isi tulisan, bukan sekadar pelengkap halaman.
Kenapa kolaborasi ini menarik untuk pembaca
Kolaborasi semacam ini memberi warna di tengah arus karya populer yang sering bergerak sendiri-sendiri. Buku puisi kartun membuka ruang yang berbeda karena menggabungkan dua bahasa artistik sekaligus: tulisan dan gambar.
Bagi pembaca, bentuk kerja seperti ini juga menawarkan pengalaman baca yang lebih luwes. Satu halaman bisa terasa seperti percakapan, lalu halaman lain seperti sindiran halus, atau catatan yang sengaja dibiarkan menggantung.
Di titik itu, Mana Dokter, Mana Pasien?: Teman Baru Rasa Lama bukan cuma soal nama dua seniman yang bertemu dalam satu proyek. Buku ini memperlihatkan cara dua orang saling merespons tanpa saling menelan karya masing-masing.
Hasilnya terasa akrab. Juga liar sedikit. Tapi justru di situ daya tariknya, karena pembaca diajak masuk ke ruang yang dibangun dari percakapan, gambar, dan puisi yang sama-sama dibiarkan hidup.
“Semua berawal dari Jeje (Jason Ranti) yang sering datang ke rumah, biasanya hari Jumat, kami mengobrol dari siang sampai malam, lalu merespons karya masing-masing,” kata Mice Misrad, menegaskan bahwa buku ini lahir dari proses yang panjang dan sangat personal.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.