WASHINGTON — Presiden Amerika Serikat Donald Trump membentak wartawan CNN saat ditanya soal pemberitaan buruk tentang kondisi kapal induk USS Abraham Lincoln yang ditugaskan untuk perang melawan Iran, Senin waktu setempat. Trump menyebut laporan itu sebagai “berita palsu” dan memotong pertanyaan di Oval Office Gedung Putih.
Perselisihan itu terjadi di depan seorang penjaga pantai remaja yang sedang mendapat penghormatan dari Trump. Ketegangan langsung naik ketika wartawan Kristen Holmes menyinggung persediaan makanan di kapal induk tersebut.
Trump sebut laporan CNN palsu
Dalam tanggapan yang dikutip dari bahan sumber, Trump berkata: “Ada. Itu laporan CNN palsu. Selama bertahun-tahun, kami menempatkan mereka di sana jauh lebih lama. Seorang laksamana mengatakan kepada saya; ‘Saya pernah berada di kapal jauh lebih lama dari itu, Pak’. Dan orang-orang di Lincoln mengatakan kapal itu dirawat dengan sangat baik.”
Ucapan itu menjadi inti bantahan Trump terhadap laporan soal memburuknya kondisi di USS Abraham Lincoln. Ia tidak hanya menolak isi pemberitaan, tetapi juga menyerang media yang menanyakannya.
Ketika Holmes berupaya mengajukan pertanyaan, Trump menyela dan membentak, “Diam! Anda sangat tidak sopan di depan anak muda ini.” Lalu ia bertanya kepada Nathanial Rai, bocah 10 tahun yang diselamatkan Ryder Williams, “Menurutmu, apakah dia tidak sopan?”
Trump kemudian menegaskan lagi, “Dia mengerti. Diam!” Saat wartawan itu menyebutkan media tempatnya bekerja, Trump kembali menyerang, “Anda berita palsu. Diam! Anda wartawan palsu.”
Pertanyaan soal kapal induk memicu adu mulut
Menurut bahan sumber, Holmes menanyakan apakah persediaan makanan di kapal induk Lincoln mencukupi. Pertanyaan itu muncul di tengah perhatian publik terhadap kapal induk USS Abraham Lincoln yang disebut terlibat dalam perang melawan Iran.
Wartawan CNN itu tidak mendapat jawaban tenang. Trump justru mengubah momen tersebut menjadi adu mulut terbuka di ruang kerja presiden. Suasana di Oval Office sempat memanas, dan percakapan bergeser jauh dari agenda penghormatan terhadap Ryder Williams.
Bagi Gedung Putih, momen itu menunjukkan jarak yang makin lebar antara Trump dan media yang kerap mengkritiknya. Bagi CNN, respons Trump dinilai melampaui batas jabatan.
Respons Gedung Putih dan CNN
Akun resmi Gedung Putih di X, Rapid Response 47, ikut membagikan video interaksi itu. Akun tersebut menuliskan komentar yang ditujukan langsung kepada Holmes: “Suatu hari nanti, anak-anak Anda akan menemukan pertanyaan Anda yang menjijikkan dan tidak manusiawi.
Mereka akan merasa muak dan malu memiliki orang tua yang begitu tidak berperasaan dan penuh dendam. Ini sangat mengkhawatirkan,” tulis akun Gedung Putih tersebut.
CNN kemudian membalas melalui pernyataan di X. Jaringan berita itu menegaskan bahwa Kristen Holmes adalah jurnalis yang dihormati dan berpengalaman dalam meliput Gedung Putih.
“Sore ini, dia menjalankan tugasnya dan mengajukan pertanyaan sulit, relevan, dan layak diberitakan kepada Presiden Amerika Serikat atas nama rakyat Amerika.
Pejabat publik bebas mempertanyakan pemberitaan yang tidak mereka setujui, tetapi serangan pribadi terhadap jurnalis karena mengajukan pertanyaan berada di bawah martabat jabatan tersebut dan bertentangan dengan prinsip-prinsip pers bebas.
Kami berdiri teguh bersama Kristen dan menolak serangan ini dengan sekuat tenaga,” demikian pernyataan CNN.
Juru bicara CNN juga mengatakan kepada Newsweek bahwa pihaknya tetap berpegang pada laporan tentang kondisi kapal induk USS Abraham Lincoln. Tidak ada penjelasan baru dari Gedung Putih soal tuduhan itu di bahan sumber.
Dampaknya ke citra Trump dan liputan perang
Kasus ini penting karena memperlihatkan bagaimana isu kapal induk USS Abraham Lincoln berubah dari soal logistik militer menjadi konflik politik dan media. Di satu sisi, Trump berusaha menolak narasi yang dianggap merugikan pemerintahannya. Di sisi lain, bantahan keras di depan kamera justru membuka ruang perdebatan baru tentang cara Gedung Putih memperlakukan pertanyaan jurnalis.
Untuk publik Amerika, momen seperti ini mempertegas bahwa perang Iran dan semua detail di sekitarnya tidak hanya soal operasi militer. Ada juga pertarungan narasi. Siapa yang dipercaya, siapa yang dibantah, dan bagaimana informasi soal kapal induk sampai ke ruang publik, semuanya ikut menentukan persepsi pembaca dan pemirsa.
Video interaksi itu kini beredar luas setelah dibagikan oleh akun resmi Gedung Putih di X. Satu peristiwa. Banyak gema. Dan sampai kini, Trump tetap bersikeras bahwa laporan buruk tentang USS Abraham Lincoln tidak akurat, sementara CNN menolak mundur dari liputannya.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.