Selasa, 18 Agustus 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Trump Marahi Reporter CNN di Oval Office, Libatkan Bocah 10 Tahun

Trump marahi reporter CNN di Oval Office saat bocah hadir
Trump marahi reporter CNN di Oval Office saat ia membahas laporan soal USS Abraham Lincoln. (Ilustrasi: AI)

WASHINGTON — Trump marahi reporter CNN di Oval Office pada Senin saat Presiden Donald Trump menghardik koresponden veteran Kristen Holmes, sambil berusaha menarik seorang bocah 10 tahun yang duduk di depannya ke dalam perdebatan soal pertanyaan yang sedang diajukan.

Di ruangan itu juga ada Ryder Williams, lifeguard 16 tahun asal Santa Cruz, California, yang pekan lalu menyelamatkan Nathaniel Rai dari ombak besar di Seabright State Beach.

Insiden itu langsung jadi sorotan karena terjadi di depan anak-anak dan saat Gedung Putih tengah mengangkat kisah penyelamatan yang viral itu sebagai momen penghormatan bagi warga sipil. Trump bahkan menyebut Williams untuk mendukung sikapnya saat ia memotong pertanyaan soal kondisi di kapal induk USS Abraham Lincoln, yang sudah hampir setahun berada di laut.

Trump marahi reporter CNN saat tanya soal kapal induk

Kristen Holmes, jurnalis CNN yang sudah lama meliput Gedung Putih, bertanya apakah persediaan dan makanan di USS Abraham Lincoln masih mencukupi. Trump tak membiarkan pertanyaan itu selesai. “Quiet! You’re very disrespectful in front of this young man,” kata Trump.

Ia lalu menoleh ke Williams dan bertanya, “Don’t you find her disrespectful?” Setelah reporter itu menyebut media tempatnya bekerja, Trump melanjutkan, “You’re fake news. Be quiet! You’re a fake reporter.”

Trump kemudian menyerang laporan CNN soal kondisi di kapal induk tersebut. Ia menyebut itu sebagai laporan palsu dan mengklaim selama bertahun-tahun kapal-kapal Amerika pernah bertugas jauh lebih lama. “That was a fake CNN report. Over the years, we had them out there much longer.

An admiral told me, ‘I have been on ships much longer than that, sir.’ And people on the Lincoln say it’s beautifully taken care of,” ujarnya.

Kapal Abraham Lincoln dan keluhan keluarga pelaut

Menurut bahan sumber, kapal induk itu telah berada di laut di Timur Tengah selama lebih dari 265 days, sementara keluarga para pelaut sempat menyuarakan kekhawatiran soal makanan dan kebersihan. Trump pekan lalu juga menepis kekhawatiran itu saat berbicara di Joint Base Andrews, seraya mengatakan keluarga para pelaut tidak khawatir dan kapal akan digantikan USS George Washington.

Bagi publik, momen ini penting bukan hanya karena terjadi di Oval Office. Ada pesan yang lebih luas: cara Gedung Putih memperlakukan pertanyaan wartawan, terutama jurnalis perempuan, masih jadi titik rawan. Saat pemimpin negara menyerang reporter di depan saksi langsung, garis antara konferensi pers dan panggung konfrontasi makin tipis.

Riwayat Trump soal ini juga panjang. Pada November, ia menyerang reporter White House The New York Times, Katie Rogers, setelah media itu memuat analisis yang menyebut jumlah agenda resmi Trump turun 39 percent dibanding periode yang sama pada masa jabatan pertamanya.

Trump menuduh Rogers hanya ditugaskan menulis hal buruk dan menyebutnya reporter kelas tiga yang jelek, “both inside and out.” The Times membalas bahwa laporannya akurat dan berbasis pelaporan langsung.

Beberapa hari sebelum itu, di Air Force One, Trump juga menunjuk reporter Bloomberg News Catherine Lucey saat ditanya soal apakah pemerintah akan merilis berkas penyelidikan FBI terkait Jeffrey Epstein. Ketika Lucey mencoba melanjutkan pertanyaan, Trump memotongnya dengan hinaan. Pola itu kini kembali muncul, kali ini dengan seorang bocah 10 tahun dan remaja 16 tahun berada di dalam ruangan.

Gedung Putih belum langsung menanggapi permintaan komentar soal ucapan Trump, termasuk soal apakah keluarga kedua bocah diberi tahu lebih dulu bahwa mereka bisa ikut terseret ke dalam pertukaran kata dengan pers. Pertanyaan itu masih menggantung, dan tekanan kepada kantor presiden diperkirakan belum mereda.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda