Senin, 17 Agustus 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Trump Pamer Ballroom Pakai AI Bersama George Washington

Trump Pamer Ballroom Pakai AI Bersama George Washington
Trump Pamer Ballroom Pakai AI Bersama George Washington

WASHINGTON — Presiden Donald Trump membagikan serangkaian konten berbasis kecerdasan buatan atau AI yang menampilkan dirinya bersama bapak bangsa Amerika Serikat, George Washington.

Pokok Peristiwa

Salah satu unggahan mencolok memperlihatkan video Trump berjalan menyusuri sebuah ballroom Gedung Putih, seolah sedang memamerkan proyek pembangunan fasilitas megah tersebut kepada sang pahlawan revolusi yang telah wafat 227 tahun silam.

Dalam klip yang diunggah pada Minggu pagi tersebut, Trump yang kini berusia 80 tahun tampak memberikan arahan dengan membawa lembar rencana konstruksi, sementara sosok digital George Washington terlihat mengangguk setuju. Melalui akun Truth Social miliknya, Trump bahkan menuliskan ucapan terima kasih kepada Washington atas ide-ide cemerlang mengenai kompleks militer dan ballroom tersebut.

Unggahan bernuansa fantasi ini muncul di tengah perseteruan hukum yang memanas terkait proyek ballroom senilai 400 juta dolar AS.

Pembangunan fasilitas tersebut saat ini sedang dihentikan setelah pengadilan banding federal menolak upaya Trump untuk membangun gedung megah tanpa izin resmi dari Kongres.

Konteks

Meski proyek utama ditunda, pengadilan mengizinkan kelanjutan pembangunan bunker bawah tanah yang berada di bawah lokasi ballroom, dengan alasan keamanan nasional dan perlindungan bagi presiden.

Situasi ini menjadi krusial karena pemerintahan Trump baru saja mengajukan permohonan darurat ke Mahkamah Agung pada bulan ini untuk mendapatkan izin melanjutkan pembangunan proyek.

Dalam dokumen permohonan tersebut, pejabat pemerintah menyertakan ratusan halaman visualisasi baru yang menunjukkan interior ballroom dengan dominasi dekorasi emas, lantai marmer emas, hingga lapisan emas di bagian eksterior.

Detail desain ini disebut-sebut tidak tercantum dalam rencana awal yang disetujui badan federal tahun lalu.

Dampak dan Langkah Berikutnya

Sebelumnya, Pengadilan Banding AS di Washington, D.C. menegaskan bahwa otoritas untuk melakukan perubahan besar pada struktur Gedung Putih berada di tangan Kongres, bukan presiden. Keputusan ini memicu reaksi keras dari Trump yang menyebutnya sebagai tindakan bermotivasi politik.

Di sisi lain, tim hukum pemerintah berargumen bahwa peningkatan fasilitas ini sangat mendesak karena adanya berbagai ancaman terhadap nyawa dan keselamatan presiden.

Anggaran proyek ini sendiri telah membengkak secara signifikan, melonjak dari estimasi awal sebesar 200 juta dolar AS menjadi 400 juta dolar AS. Banyak pihak mengkhawatirkan biaya tersebut bisa terus meningkat di masa mendatang.

Walaupun Trump mengklaim seluruh dana akan berasal dari sumbangan pribadi, Mahkamah Agung kini memiliki tenggat waktu hingga 21 Agustus untuk menentukan nasib kelanjutan pembangunan ballroom dan bunker militer di bawahnya.

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru Hari Ini 17 Agustus 2026: Klaim Pack & Coins Gratis