BANDA ACEH — Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengingatkan kader Partai Demokrat untuk menjaga perdamaian dan mengawasi proses rehabilitasi pascabencana di Aceh. Ketua Umum Demokrat itu menekankan tanggung jawab moral partai dalam menangani dua persoalan krusial: pelestarian perdamaian yang telah dibangun sejak 2005 dan pemulihan dari bencana hidrometeorologi Aceh November 2025.
Arahan AHY disampaikan secara virtual saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) DPD Demokrat Aceh, Rabu malam. Ia menegaskan perdamaian di Aceh bukan sesuatu yang datang dengan sendirinya, melainkan hasil kerja keras bertahun-tahun.
“Demokrat punya tanggung jawab moral untuk menjaga perdamaian di Aceh,” kata AHY. Mantan Menko Infrastruktur itu mengingatkan bahwa setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menangani tsunami 2004, upaya dilanjutkan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki 2005—perjanjian damai yang menjadi tonggak perdamaian abadi di provinsi itu.
AHY mengungkap pengalaman pribadinya waktu bertugas di Aceh sebagai perwira muda. “Terlalu banyak darah, keringat dan air mata yang telah dicurahkan untuk mencapai perdamaian itu,” ujarnya, menekankan bahwa dinamika pasca-MoU Helsinki harus dikawal bersama tanpa henti.
Bencana November Luluhkan Infrastruktur dan Ekonomi
Selain perdamaian, AHY fokus pada dampak bencana hidrometeorologi akhir November 2025 yang menewaskan banyak orang dan merusak infrastruktur vital. Kerusakan meliputi jalan, jembatan, irigasi, rumah warga, hingga fasilitas pendidikan, kesehatan, dan rumah ibadah.
Yang lebih mengkhawatirkan, bencana itu juga merugikan sektor ekonomi riil dan pelaku UMKM. AHY menekankan bahwa pemulihan harus mampu membangkitkan semangat dan menggerakkan roda perekonomian masyarakat Aceh kembali.
“Kita tahu bencana yang dahsyat itu telah meluluhkan sektor-sektor ekonomi riil, pelaku UMKM, dan tentunya kita berharap ini bisa segera dipulihkan,” katanya. Instruksinya jelas: kader Demokrat, terutama para wakil rakyat, harus hadir di lapangan membantu proses rehabilitasi dan rekonstruksi tanpa menunggu momentum pemilu.
Demokrat Harus Hadir Setiap Saat
AHY mengingatkan bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendirian menangani dampak bencana. Peran partai politik menjadi krusial sebagai jembatan antara aspirasi masyarakat dan kebijakan pemerintah.
“Mari sekali lagi kita tunjukkan bahwa Demokrat hadir setiap saat untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, bukan hanya hadir saat pemilu atau pilih keadaan saja,” tegasnya. Pesan itu adalah seruan agar partai tidak hanya transaksional dalam hubungannya dengan masyarakat, melainkan benar-benar menjadi bagian integral dari pemulihan dan pembangunan berkelanjutan.
Di akhir sambutannya, AHY mengajak seluruh kader merapatkan barisan dalam semangat HUT Kemerdekaan ke-81 RI.
Ia menegaskan bahwa Partai Demokrat adalah bagian tak terpisahkan dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang fokus pada pembangunan bangsa di semua sektor, khususnya infrastruktur dan pengembangan kewilayahan.
Momentum Musda Aceh menjadi pengingat bahwa komitmen partai terhadap perdamaian dan pembangunan daerah adalah prioritas yang tidak bisa ditunda.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.