Kamis, 20 Agustus 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Kasus David Hearn Masih Dibuka, Pirro Sinyal Bisa Dakwa Lagi

Kasus David Hearn masih terbuka di pengadilan federal
Dokumen pengadilan masih membuka peluang kasus David Hearn diajukan ulang di Washington, D.C. (Ilustrasi: AI)

WASHINGTON — kasus David Hearn belum benar-benar selesai meski jaksa federal di Washington, D.C., sudah mencabut dakwaan feloni terhadap mantan atlet Olimpiade berusia 67 tahun itu. Jaksa U.S. Attorney Jeanine Pirro kini meminta hakim menutup perkara, tetapi tetap membuka pintu untuk menuntut Hearn lagi jika muncul bukti baru.

Dampaknya jelas. Jika hakim mengabulkan permintaan Hearn untuk menghentikan perkara dengan prejudice, pemerintah akan sulit menghidupkan kembali dakwaan feloni atas insiden yang terkait dengan Lincoln Memorial Reflecting Pool. Jika tidak, kasus ini bisa kembali ke dewan juri.

Kursi hakim masih menentukan arah kasus David Hearn

Dalam berkas pengadilan pada Selasa malam, kantor Pirro menyatakan bahwa bukti lain bisa saja muncul belakangan. Mereka menolak anggapan bahwa kemungkinan dakwaan diajukan ulang sudah cukup untuk disebut sebagai pelecehan penuntutan.

“Should the case be re-presented to a grand jury based on newly discovered evidence, any re-indictment of the case would not constitute harassment,” bunyi berkas itu. Kantor Pirro juga menulis, “Should the case be re-presented, the grand-jury process provides extensive protection to the defendant.”

Tim hukum Hearn menyebut ancaman dakwaan baru sebagai “prosecutorial harassment.” Mereka meminta hakim menolak kemungkinan perkara dihidupkan lagi dan menutup kasus secara final.

Hearn, yang oleh berkas itu disebut mantan atlet Olimpiade, sebelumnya dituduh merusak Reflecting Pool di Lincoln Memorial. Namun, jaksa juga mengakui bahwa saksi awal di lapangan belum memberikan informasi lengkap ketika kasus mulai berjalan.

Jaksa akui ada masalah pada instalasi

Kantor Pirro mengakui sealant biru “American flag blue” yang diminta Trump mulai mengelupas “almost immediately” setelah pekerjaan renovasi selesai. Berkas itu juga menyebut kontraktor menerima lebih dari $14 million untuk pekerjaan yang justru meninggalkan “widespread damage.”

Di titik ini, narasi vandalism mulai goyah. Kementerian Dalam Negeri AS, menurut berkas tersebut, baru kemudian menyimpulkan bahwa kerusakan itu berasal dari pemasangan yang keliru, bukan vandalisme.

“The Department of Interior provided less than fulsome information at the outset of this case,” kata kantor Pirro. Kesimpulan itu baru muncul setelah dakwaan diajukan.

Pengadilan yang menangani perkara ini sudah sepakat mencabut dakwaan terhadap Hearn. Tapi hakim masih akan menggelar sidang bulan depan untuk memutuskan apakah Departemen Kehakiman bisa membuka jalan bagi dakwaan baru.

Trump masih menekan jaksa

Donald Trump terus bersikeras bahwa para perusak merusak kolam itu, sambil meminta Pirro untuk “revisit her hastily made decision”. Ia juga mengakui ada “some contractor error” yang berperan dalam kerusakan itu.

“She folded like an umbrella,” kata Trump dari Oval Office awal bulan ini. “I think she choked.”

Tekanan politik di kasus ini ikut menjadi sorotan tim hukum Hearn. Dalam berkas 4 Agustus, mereka menulis, “From day one, the case against Mr. Hearn was motivated by political considerations and devoid of adequate factual support.” Mereka menambahkan bahwa pemerintah sudah mendakwa Hearn sebelum memiliki dasar fakta yang memadai.

Hearn bukan nama sembarangan. Ia disebut sebagai juara kano yang mewakili Amerika Serikat pada Olimpiade Musim Panas 1992, 1996, dan 2000. Status itu membuat perkara ini makin sensitif, terutama karena menyangkut penggunaan kekuasaan penuntutan federal terhadap seorang warga yang kini berupaya menutup kasus sepenuhnya.

Kantor Pirro menutup berkasnya dengan nada keras. “It is not uncommon for the government to dismiss indictments, despite the defendants efforts to sensationalize the process here,” tulis mereka. Sidang bulan depan akan menentukan apakah kalimat itu jadi akhir cerita, atau justru awal babak baru untuk kasus David Hearn.

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda