JAKARTA, JOURNALARTA.COM – PT Pertamina (Persero) kembali melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi yang berlaku efektif per 1 Agustus 2026. Hingga hari ini, Jumat, 21 Agustus 2026, harga tersebut masih belum mengalami perubahan. Sementara itu, harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar dipastikan tetap.
Penurunan harga paling signifikan terjadi pada Pertamax Turbo, yang turun sebesar Rp1.000 per liter. Kebijakan ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga minyak dunia.
Daftar Harga BBM Pertamina di Wilayah Jawa, Bali, dan NTT
Penyesuaian harga ini berlaku untuk beberapa wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5%, meliputi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat. Berikut rincian harga BBM per liter:
| Jenis BBM | Harga per Liter | Keterangan |
|---|---|---|
| Pertalite | Rp10.000 | Subsidi |
| Biosolar | Rp6.800 | Subsidi |
| Pertamax | Rp15.950 | Turun Rp300 |
| Pertamax Green 95 | Rp16.600 | Turun Rp400 |
| Pertamax Turbo | Rp18.300 | Turun Rp1.000 |
| Dexlite | Rp19.700 | Tetap |
| Pertamina Dex | Rp21.150 | Tetap |
Harga BBM Pertamina di Wilayah Lain
Untuk wilayah di luar Jawa, Bali, dan NTT, harga BBM akan disesuaikan dengan besaran PBBKB masing-masing daerah. Perbedaan persentase PBBKB ini menyebabkan harga jual BBM di berbagai provinsi tidak selalu seragam.
- Riau & Kepulauan Riau: Pertamax Rp16.650, Pertamax Turbo Rp19.100
- Bengkulu & Nusa Tenggara Timur: Pertamax Rp16.300, Pertamax Turbo Rp18.700
- Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur: Pertamax Rp16.300
- Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Selatan: Pertamax Rp16.650
Perbandingan Harga BBM Pertamina dengan SPBU Swasta
Dengan penurunan ini, Pertamax dari Pertamina masih menjadi pilihan yang lebih ekonomis dibandingkan beberapa merek SPBU swasta untuk jenis BBM dengan RON 92 di wilayah Jabodetabek:
- Pertamax Pertamina: Rp15.950
- BP 92: Rp16.130
- Revvo 92 Vivo: Rp16.130
Ini menunjukkan bahwa Pertamax Pertamina memiliki selisih harga antara Rp180 hingga Rp720 lebih murah dibandingkan pesaingnya di segmen yang sama.
Alasan Pertamina Turunkan Harga BBM Nonsubsidi
Penyesuaian harga BBM nonsubsidi oleh Pertamina bukan tanpa alasan. VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa kebijakan ini dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa faktor krusial. “Penyesuaian ini mengikuti perkembangan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, dan juga daya beli masyarakat,” ungkap Andhora. Langkah ini merupakan upaya strategis Pertamina untuk menjaga keterjangkauan dan ketersediaan pasokan BBM nasional, memastikan stabilitas pasar sekaligus meringankan beban konsumen.
Simulasi Penghematan Isi Full Tank
Penurunan harga ini tentu membawa dampak positif bagi konsumen, terutama bagi pemilik kendaraan yang rutin mengisi bahan bakar. Dengan penurunan harga Pertamax sebesar Rp300 per liter, penghematan yang bisa dirasakan cukup signifikan.
Sebagai contoh, untuk pengisian tangki penuh sebuah Toyota Avanza dengan kapasitas 43 liter, biaya yang dikeluarkan kini menjadi Rp685.850. Ini berarti ada penghematan sekitar Rp12.900 dibandingkan harga sebelumnya. Sementara itu, untuk Mitsubishi Xpander dengan kapasitas tangki 45 liter, biaya isi penuh menjadi Rp717.750, menghasilkan penghematan sebesar Rp13.500.
PT Pertamina (Persero) senantiasa mengevaluasi harga BBM nonsubsidi pada setiap tanggal 1 setiap bulannya. Untuk informasi lebih lanjut dan update harga terbaru, masyarakat dapat memantau melalui aplikasi MyPertamina atau situs resmi Pertamina.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.