JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Saham PT United Tractors Tbk (UNTR) melemah tipis dalam perdagangan hari ini, Jumat, 21 Agustus 2026. Hingga pukul 11.29 WIB, harga saham UNTR turun Rp25,00 atau 0,10% menjadi Rp23.800 per lembar. Koreksi ini terjadi saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru bergerak menguat, menandakan adanya sentimen spesifik yang mempengaruhi sektor alat berat dan pertambangan.
Pelemahan ini selaras dengan laporan keuangan perseroan di kuartal II-2026 yang menunjukkan penurunan pendapatan. Hal ini menjadi perhatian investor yang mengamati kinerja emiten tambang dan alat berat di tengah fluktuasi harga komoditas global.
Pergerakan Harga Saham UNTR Hari Ini
Secara intraday, UNTR sempat menyentuh level tertinggi Rp24.000 di awal sesi perdagangan, sebelum kemudian terkoreksi dan menyentuh level terendah Rp23.700. Harga kemudian sedikit rebound ke posisi Rp23.800. Nilai kapitalisasi pasar (Market Cap) UNTR tercatat Rp88,78 triliun.
Adapun rasio P/E (Price to Earnings) UNTR saat ini berada di angka 11,26. Dalam rentang 52 minggu terakhir, harga saham UNTR bergerak antara Rp20.125 hingga Rp32.825, menunjukkan bahwa harga saat ini masih bergerak di bawah puncak harga dalam setahun terakhir.
Kinerja Keuangan Q2 2026 Menurun
United Tractors melaporkan penurunan pendapatan yang cukup signifikan pada kuartal kedua tahun 2026. Pendapatan (revenue) perseroan tercatat sebesar Rp29,74 triliun. Angka ini mengalami koreksi 13,22% secara tahunan (Year-on-Year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan pendapatan ini diperkirakan karena beberapa faktor, terutama harga batubara global yang lebih rendah dibandingkan kuartal II-2025. Selain itu, perlambatan penjualan alat berat juga disinyalir berkontribusi terhadap terkoreksinya kinerja keuangan perusahaan. Kendati demikian, UNTR tetap menawarkan dividen dengan yield 6,99% atau sekitar Rp415,90 per lembar saham untuk kuartalannya, yang mungkin masih menarik bagi investor yang berorientasi dividen.
Analisis Teknikal dan Valuasi UNTR
Secara teknikal, level Rp23.700 menjadi support terdekat bagi UNTR. Jika level ini ditembus, harga berpotensi melanjutkan penurunan ke Rp23.500. Di sisi lain, Rp24.000 menjadi resistance kuat yang perlu ditembus agar UNTR bisa bergerak naik ke level Rp24.200 hingga Rp24.500.
Saham UNTR saat ini berada dalam fase konsolidasi, bergerak di bawah level tertinggi 52 minggu di Rp32.825. Dengan P/E Ratio 11,26, valuasi UNTR dianggap masih terjangkau, terutama mengingat model bisnis perusahaan yang terdiversifikasi di sektor pertambangan dan alat berat.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.