Minggu, 23 Agustus 2026 WIB
BREAKING
POLITIK PEMERINTAHAN

Demokrat Jatim gelar lomba rakyat HUT RI sekaligus serap aspirasi

Kemeriahan lomba rakyat dalam rangka HUT RI yang digelar oleh Partai Demokrat di Jawa Timur
Kemeriahan perlombaan tradisional dalam rangka memperingati HUT RI di Jawa Timur. (Ilustrasi: AI)

Suasana lapangan di sejumlah titik di Jawa Timur berubah riuh pekan ini. Bukan kampanye formal atau rapat dengar pendapat yang kaku, melainkan gelak tawa warga yang sedang berjibaku dalam lomba balap karung dan tarik tambang. DPD Partai Demokrat Jatim sengaja memadukan perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dengan agenda jemput bola aspirasi warga di 38 kabupaten dan kota secara serentak.

Strategi ini diambil untuk meruntuhkan tembok pembatas antara politisi dan konstituen. Dengan terjun langsung ke lapangan, para legislator dari partai berlambang bintang mercy tersebut ingin memastikan pesan kemerdekaan tak sekadar seremoni. Mereka ingin mendengar langsung apa yang menjadi ganjalan di hati masyarakat akar rumput.

Menyerap Suara di Balik Riuh Lomba

Bendahara DPD Partai Demokrat Jatim, Agung Mulyono, terlihat tak canggung berbaur dengan warga. Baginya, momentum agustusan adalah cara terbaik untuk kembali ke basis pemilih dengan pendekatan yang membumi. Ia sadar, tidak semua warga punya waktu atau keberanian untuk mendatangi kantor partai atau gedung dewan hanya sekadar menyampaikan keluhan.

“Ini momentum yang bagus untuk bersyukur dan mengenang para pejuang serta pendiri bangsa. Yang lebih penting, kegiatan ini menjadi gerakan kebersamaan masyarakat dalam merayakan kemerdekaan,” ujar Agung di sela-sela kegiatan di Surabaya.

Pria yang juga memimpin Fraksi Demokrat DPRD Jatim ini mengakui bahwa ruang santai seperti arena lomba justru menjadi tempat paling jujur untuk mendengar keresahan.

Di lokasi, warga terlihat lebih luwes berbicara soal kondisi ekonomi keluarga atau masalah infrastruktur di kampung mereka. Tidak ada protokol berbelit. Tidak ada ajudan yang menghalangi. Semua mengalir begitu saja layaknya obrolan tetangga di teras rumah.

Agung menegaskan bahwa masukan spontan yang didapat dari warga di lapangan sangat berharga untuk bahan evaluasi kinerja partai di parlemen nanti.

Pendekatan Humanis ke Akarnya

Antusiasme masyarakat memang terlihat cukup tinggi. Data di lapangan menunjukkan ada sekitar 300 warga yang ambil bagian dalam berbagai perlombaan di titik-titik tersebut. Mereka tidak hanya berebut hadiah, tapi juga berebut kesempatan untuk didengarkan suaranya oleh para wakil rakyat yang hadir.

Anggota Fraksi Demokrat DPRD Jatim, Rasiyo, punya pandangan serupa. Ia menilai bahwa kehadiran fisik kader di tengah masyarakat adalah kunci dari komunikasi politik yang humanis. Menurutnya, citra partai tidak bisa dibangun hanya lewat baliho atau spanduk di jalanan. Harus ada interaksi nyata yang menyentuh keseharian warga.

“Kalau lomba menghadirkan masyarakat dan kami hadir di tengah mereka, otomatis terjadi komunikasi. Masyarakat bisa mengenal kader dan Partai Demokrat,” ucap Rasiyo saat memantau jalannya perlombaan. Baginya, ketika jarak sudah menipis, warga akan lebih percaya diri menyampaikan kebutuhan mendesak mereka, mulai dari masalah harga bahan pokok hingga lapangan pekerjaan.

Politik tidak selamanya harus tegang. Sesekali, lewat keringat lomba tarik tambang dan sorak sorai penonton, kebijakan publik justru dibicarakan dengan lebih cair. Upaya menyerap aspirasi ini pun tak berhenti saat bendera finish dikibarkan.

Partai Demokrat Jatim memastikan bahwa catatan-catatan kecil yang dikumpulkan dari warga di seluruh pelosok Jawa Timur akan menjadi bekal utama mereka dalam mengawal aspirasi rakyat di kursi legislatif.

Ke depannya, pola jemput bola seperti ini bakal terus dilakukan. Partai berencana menjadikan kunjungan lapangan sebagai mekanisme kerja tetap untuk memastikan bahwa suara dari akar rumput tidak hilang tertelan hiruk-pikuk dinamika politik di ibu kota provinsi.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda