Minggu, 23 Agustus 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Pentagon Pecat Pimpinan Stars and Stripes soal Sensor

Pentagon Pecat Pimpinan Stars and Stripes soal Sensor
Pentagon Pecat Pimpinan Stars and Stripes soal Sensor

JAKARTA — Pentagon memecat pimpinan Stars and Stripes, surat kabar militer AS yang didanai sebagian oleh Pentagon namun lama dikenal menjaga jarak editorial, setelah editor-in-chief Erik Slavin menolak sensor berita untuk anggota militer. Slavin mengatakan ia menerima pemberitahuan pemisahan bersama penerbit Max Lederer dan reporter Timur Tengah Lara Korte.

Langkah itu muncul saat pemerintahan Trump makin keras terhadap media. Akses korps pers di Pentagon sudah dipersempit, sementara Gedung Putih juga menempuh sengketa hukum dan kebijakan dengan sejumlah media besar, termasuk The Wall Street Journal, The Associated Press, dan The New York Times.

Stars and Stripes dan benturan dengan Pentagon

Slavin mengatakan pemecatannya terkait pernyataannya di CBS News. Ia menyebut dirinya diberhentikan “for stating in a CBS interview that hypothetical censorship of news for service members would constitute a red line.” Ia juga menegaskan bahwa Stars and Stripes harus tetap editorially independent.

Di titik ini, persoalannya bukan cuma soal satu wawancara. Ini soal garis batas. Bila redaksi militer saja bisa ditekan, pesan yang sampai ke ruang-ruang berita lain jelas: ruang kritik makin sempit, dan itu menyentuh cara publik menerima informasi dari institusi pertahanan yang sangat tertutup.

The Associated Press menyebut Slavin memberi tahu bahwa ia dan dua rekannya menerima separation notices. Deutsche Welle dan The Japan Times juga melaporkan pemecatan itu terjadi setelah para pimpinan surat kabar itu menyatakan keberatan atas potensi campur tangan editorial.

Max Lederer mundur, lalu ikut kena surat pemisahan

Max Lederer sebenarnya sudah lebih dulu mengumumkan akan pensiun pada akhir September. Namun, Slavin mengatakan Lederer juga mendapat separation notice, begitu pula Lara Korte.

Lederer sudah 30 tahun bekerja di sana dan menjabat sebagai publisher sejak 2007. Dalam memo kepada staf, ia menulis bahwa filosofi kepemimpinannya dan pemahamannya tentang nilai serta misi Stars and Stripes berbeda secara mendasar dari arah yang diinginkan pimpinan Departemen Pertahanan.

Yang membuat situasi makin tegang, Pentagon sebelumnya menempatkan seorang anggota militer aktif sebagai deputy publisher di bawah Lederer tanpa sepengetahuannya. Pada Kamis, tiga senator Demokrat menulis surat kepada Menteri Pertahanan Pete Hegseth untuk mempertanyakan penunjukan itu.

DW juga melaporkan Korte mengatakan di media sosial bahwa ia diberhentikan setelah mengatakan kepada reporter CBS bahwa ia bekerja untuk Stars and Stripes, bukan Pentagon, bukan pemerintahan mana pun, dan bukan pembuat kebijakan mana pun. Pernyataan itu mempertegas posisi redaksi yang kini sedang diuji langsung oleh atasan institusionalnya.

Dalam laporan yang sama, Pentagon di bawah Hegseth disebut terus berupaya menghapus apa yang mereka sebut “woke distractions” dan memperkuat kontrol editorial. Pada April, Pentagon juga memecat Jacqueline Smith, ombudsman surat kabar itu yang bertugas menjaga independensi redaksi.

Kasus ini jadi sorotan karena Stars and Stripes bukan media biasa. Ia memang didanai sebagian oleh Pentagon, tapi historinya menunjukkan ruang redaksi yang dibuat tetap berdiri sendiri. Setelah pemecatan beruntun ini, tanda tanya besar mengarah ke satu hal: seberapa jauh Pentagon akan melangkah untuk mengatur isi liputan yang dibaca tentara AS sendiri.

Max Lederer, yang sudah bekerja di sana selama 30 tahun, menutup masa pengabdiannya dengan peringatan keras soal arah lembaga itu. Dan di tengah semua itu, Pentagon belum menunjukkan tanda-tanda melonggarkan tekanannya.

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda